Green Mining Makin Relevan, Industri Tambang Didorong Gunakan Energi Rendah Emisi

0
5
Green Mining Makin Relevan, Industri Tambang Didorong Gunakan Energi Rendah Emisi

KitaBogor – Transformasi menuju praktik pertambangan ramah lingkungan atau green mining semakin mendapat perhatian di Indonesia seiring meningkatnya tuntutan dekarbonisasi global serta komitmen nasional untuk menurunkan emisi karbon.

Sektor pertambangan merupakan salah satu penopang utama ekonomi nasional dengan kontribusi sekitar 10,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Namun, sektor ini juga menghadapi tantangan besar dalam mendukung target penurunan emisi nasional sebesar 31,89 persen pada 2030.

Ketua Komite Komunikasi & Government Relations Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia, Aditya Pratama mengatakan transformasi menuju green mining kini semakin dipandang sebagai kebutuhan bisnis jangka panjang bagi industri pertambangan.

“Transformasi menuju green mining kini semakin dipandang sebagai kebutuhan bisnis jangka panjang. Tantangannya adalah memastikan implementasinya dapat berjalan lebih cepat dan luas dengan dukungan teknologi serta kolaborasi antara industri, pemerintah, dan penyedia solusi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (11/3/2026).

Salah satu tantangan utama sektor pertambangan adalah tingginya ketergantungan pada bahan bakar fosil. Terutama untuk pembangkit listrik di area tambang terpencil serta operasional armada. Secara global, sektor pertambangan diperkirakan menyumbang sekitar 4–7 persen emisi gas rumah kaca dunia.

CEO SUN Energy, Jefferson Kuesar menjelaskan bahwa pemanfaatan energi terbarukan seperti pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) mulai menjadi solusi untuk menekan emisi sekaligus meningkatkan efisiensi operasional di area tambang.

“Integrasi antara energi surya, sistem penyimpanan energi. Serta teknologi pemantauan operasional menjadi langkah penting untuk menciptakan operasional tambang yang lebih efisien dan rendah emisi,” katanya.

Sementara itu, CEO SUN Mobility, Karina Darmawan menambahkan. Bahwa elektrifikasi armada operasional juga menjadi strategi penting dalam transformasi menuju pertambangan rendah karbon.

Menurutnya, penggunaan kendaraan listrik di sektor tambang dapat membantu perusahaan menekan emisi sekaligus meningkatkan efisiensi biaya operasional.

Ke depan, transformasi green mining dinilai tidak hanya bergantung pada kesiapan teknologi. Tetapi juga kolaborasi antara pemerintah, industri, serta penyedia solusi energi berkelanjutan. Guna menciptakan operasional tambang yang lebih efisien dan berdaya saing. (Hen)

Previous articleStadion Pakansari Jadi Lokasi Shalat Idul Fitri 1447 H Warga Kabupaten Bogor
Next articleAturan Baru Ruang Digital Anak Terbit, KPAI Ingatkan Bahaya Grooming dan Cyberbullying