Kitabogor – Industri perfilman Tanah Air bersiap menyambut karya ambisius berjudul Kapal Terbang yang dijadwalkan tayang pada 2026. Diproduksi oleh Solid Cinematic Dreams, film bergenre aksi sejarah ini mengangkat Tragedi Woyla—peristiwa pembajakan pesawat Garuda Indonesia pada 28 Maret 1981 yang mengguncang dunia.
Proyek ini disutradarai oleh Ozan Ruz dan dibintangi aktor laga Oka Antara sebagai pemeran utama. Film ini akan merekonstruksi momen menegangkan ketika pesawat yang dibajak kelompok Komando Jihad dipaksa mendarat di Bandara Don Mueang, Bangkok.
Oka Antara mengakui bahwa mengangkat kisah nyata dengan muatan politik dan sejarah bukanlah perkara mudah. Wacana memfilmkan tragedi ini disebutnya sudah lama bergulir di kalangan sineas, namun kerap kandas karena sensitivitas isu yang menyangkut kebijakan pemerintah pada masa itu.
“Film ini hampir diproduksi namun selalu tidak jadi. Banyak produser yang keringat dingin dan ketar-ketir,” ujar Oka saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2026).
Ia menyebut, narasi sejarah yang melibatkan tuntutan terhadap pemerintah membuat proses produksi penuh pertimbangan matang. Bahkan sempat muncul keraguan apakah film ini dapat dinikmati publik secara luas mengingat potensi perdebatan yang mungkin timbul.
Dari sisi teknis, tantangan terbesar adalah merekonstruksi atmosfer era 1980-an secara autentik. Detail kabin pesawat, kostum, hingga gaya bahasa para karakter dirancang melalui riset mendalam agar penonton benar-benar merasakan ketegangan di masa tersebut.
Oka juga memberi sedikit bocoran tentang karakter yang ia perankan—seorang figur misterius yang tampak seperti mahasiswa namun menyimpan latar belakang berbeda. Perannya disebut menjadi kunci dalam alur cerita.
Meski proses syuting masih berlangsung, Oka berharap Kapal Terbang dapat menjadi medium edukasi sejarah bagi generasi muda. Tragedi Woyla, menurutnya, bukan sekadar aksi pembajakan, tetapi ujian besar bagi kedaulatan Indonesia di mata dunia.
“Saya ingin masyarakat Indonesia mengenal satu fase sejarah negara kita yang sangat berkesan dan mengguncang dunia,” tutupnya. (Mur)


