Sampoerna Academy Donasikan Teater Mulan untuk Anak Pejuang Kanker

0
7
Sampoerna Academy Donasikan Teater Mulan untuk Anak Pejuang Kanker

KitaBogor – Dalam perayaan Lunar New Year tahun ini, Sampoerna Academy menghadirkan makna yang lebih dalam dari sekadar selebrasi budaya. Bertepatan dengan peringatan Hari Kanker Anak Sedunia setiap 15 Februari, sekolah pelopor pendidikan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts & Mathematics) tersebut menyalurkan donasi dari pertunjukan teater “Mulan: An Inspired Adaptation” kepada Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Cabang Surabaya.

Pertunjukan teater ini bukan hanya menjadi panggung apresiasi bakat siswa, tetapi juga sarana pembelajaran nilai empati dan kepedulian sosial. Sebagian hasil penjualan tiket didonasikan untuk mendukung anak-anak pejuang kanker di Surabaya, sebagai bentuk komitmen sekolah dalam membangun generasi pemimpin yang berprestasi sekaligus berempati.

Perwakilan YKAKI Cabang Surabaya, Susi Khomariya, menyampaikan apresiasi atas kepedulian tersebut. Ia mengaku terharu melihat dukungan yang diberikan sekaligus bangga menyaksikan penampilan siswa-siswi Sampoerna Academy. Menurutnya, aksi ini menjadi bukti bahwa pendidikan dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas. Tetapi juga peduli dan membawa dampak positif bagi sesama.

National Principal Sampoerna Academy Surabaya Grand Pakuwon, Maharsi Palupining Rini, menjelaskan bahwa inisiatif sosial ini sejalan dengan nilai IGNITE yang diterapkan sekolah, yakni Integrity, Growth Mindset, Nobility, Innovation, Teamwork, dan Excellence.

“Ketika siswa memahami bahwa ada anak-anak lain yang sedang berjuang melawan kanker dan tidak memiliki kesempatan yang sama, perspektif mereka berubah. Mereka terdorong berbagi kegembiraan dan harapan melalui pertunjukan teater ini. Kami ingin membentuk pemimpin masa depan yang unggul secara akademik sekaligus memiliki empati dan tanggung jawab sosial,” ujarnya.

Perayaan Lunar New Year sendiri rutin diselenggarakan serentak di seluruh kampus sebagai bagian dari program trilingual (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Mandarin). Tahun ini, di Surabaya, pertunjukan teater berskala besar melibatkan 450 siswa yang tampil di atas panggung.

Melalui proses latihan yang intens—mulai dari menghafal dialog, menyempurnakan koreografi, hingga membangun kolaborasi lintas kelas. Para siswa belajar tentang ketangguhan, keberanian, dan kerja sama.

Kisah “Mulan” yang diangkat pun merefleksikan nilai Tahun Kuda Api: keberanian mengambil keputusan sulit, ketangguhan untuk bangkit. Serta kepemimpinan yang penuh semangat. Bagi Sampoerna Academy, perayaan ini bukan hanya tentang budaya. Melainkan momentum pembentukan karakter dan nilai kehidupan yang akan membekali siswa menghadapi masa depan global. (Hen)

Previous article3.834 Kasus Baru Kanker Anak, Ini Pentingnya Nutrisi Saat Kemoterapi
Next articleBertemu Sang Juara Project, Wamen Ekraf Bahas Strategi Ekspor Musik Nasional