Joyful Ramadan Mubarak Diluncurkan, Kemenag Perkuat Layanan Umat hingga Akar Rumput

0
6
Joyful Ramadan Mubarak Diluncurkan, Kemenag Perkuat Layanan Umat hingga Akar Rumput

KitaBogor – Ramadan tahun ini ingin dihadirkan dengan rasa yang berbeda—lebih hangat, menggembirakan, dan dekat dengan kebutuhan umat. Itulah semangat yang dibawa Kementerian Agama saat meluncurkan program Joyful Ramadan Mubarak 1447 H/2026 M, sebuah gerakan nasional untuk menghadirkan layanan keagamaan yang humanis, inklusif, dan berdampak nyata.

Bagi Kemenag, Ramadan bukan sekadar bulan ibadah ritual, tetapi momentum transformasi sosial. Negara ingin hadir lebih dekat, memastikan umat dapat beribadah dengan tenang sekaligus merasakan manfaat langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Staf Khusus Menteri Agama, Ismail Cawidu, menegaskan bahwa inti program ini adalah mendekatkan umat dengan ajaran agamanya. Menurutnya, kedekatan spiritual akan melahirkan ketenteraman sosial.

“Semakin dekat umat dengan agama, semakin damai kehidupan ini. Ramadan adalah momentum terbaik untuk memastikan kedekatan itu benar-benar terwujud,” ujarnya di Jakarta.

Konsep Joyful Ramadan dibangun di atas tiga pilar utama: ibadah yang menggembirakan dan penuh optimisme, solidaritas sosial yang menguatkan kebersamaan, serta produktivitas keberagamaan yang edukatif dan solutif.

Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, menjelaskan, pihaknya memaksimalkan peran masjid, KUA, dan penyuluh agama sebagai pusat layanan umat. Mulai dari bimbingan ibadah, konsultasi keluarga, hingga edukasi zakat, wakaf, dan filantropi Islam akan diperkuat selama Ramadan.

Tak hanya itu, narasi dakwah juga diarahkan lebih ramah, moderat, dan menyejukkan. Isu keluarga, ekonomi umat, hingga kebangsaan menjadi fokus pesan-pesan keagamaan.

Di sisi sosial ekonomi, program seperti Kolaborasi Indonesia Berdaya, TerasZAWA, bazar Ramadan, hingga dukungan UMKM masjid diharapkan mampu menggerakkan kesejahteran masyarakat.

Rangkaian kegiatan nasional turut disiapkan, mulai dari Tarhib Ramadan, Bersih-Bersih Masjid, Sidang Isbat, hingga Salat Idulfitri.

“Ramadan harus melahirkan umat yang saleh secara spiritual, kuat secara sosial, dan berkontribusi bagi bangsa. Negara hadir sebagai pelayan umat,” tutup Abu. (Hen)

Previous articleBukan Sekadar Hotel, ARTOTEL Living World Grand Wisata Bekasi Jadi Ikon Gaya Hidup Baru di Timur Jakarta
Next articleDari Braga untuk Bandung, Grand Dafam Rayakan 5 Tahun Perjalanan Penuh Sinergi