KitaBogor – Riuh langkah pengunjung memenuhi Hall C3 JIExpo Kemayoran. Deretan lampu sorot memantul di bodi mobil yang berkilau, sementara desain elegan khas Jepang langsung mencuri perhatian. Di tengah atmosfer pembukaan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, Mazda hadir membawa satu pesan sederhana namun kuat: setiap perjalanan harus terasa hidup.
Melalui tema “Vibrance in Every Move”, PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) menegaskan bahwa Mazda bukan sekadar kendaraan, melainkan pengalaman berkendara yang menyatu dengan manusia. Bukan hanya tentang spesifikasi, tetapi tentang rasa.
Sorotan utama tahun ini jatuh pada The New Mazda CX-60 Sport. Tampil lebih sporty dan berkarakter, SUV premium ini hadir dengan sentuhan visual yang lebih tegas, termasuk penggunaan velg 20 inci Silver Metallic yang membuat posturnya terlihat kokoh dan berisi. Kesan gagah langsung terasa, bahkan sebelum mesin dinyalakan.
Mazda memahami bahwa konsumen kini mencari lebih dari sekadar mobil keluarga. Mereka menginginkan kenyamanan, performa, sekaligus nilai yang sepadan. Karena itu, CX-60 Sport ditawarkan dengan harga lebih kompetitif, mulai Rp 718,8 juta (OTR Jakarta), tanpa mengorbankan kualitas khas Mazda.
Tak hanya memamerkan produk, Mazda juga mengajak pengunjung merasakan langsung filosofi Jinba-Ittai — harmoni antara pengemudi dan mobil — melalui sesi test drive. Setiap tikungan, akselerasi, hingga keheningan kabin dirancang untuk memberi koneksi emosional yang nyata.
Menariknya lagi, Mazda membawa berbagai program spesial selama pameran. Mulai dari sales deal hingga Rp100 juta, hadiah perjalanan ke Perth untuk pembelian tertentu, hingga paket layanan purna jual MyMazda Service lima tahun. Sebuah pendekatan menyeluruh yang membuat kepemilikan mobil terasa lebih tenang dan personal.
Bagi Mazda, IIMS bukan sekadar panggung pameran. Ini adalah momentum untuk menyapa para “Mazda Friends”, membangun hubungan, dan menghadirkan pengalaman yang hangat lewat filosofi Omotenashi — keramahan khas Jepang.
Di awal 2026 ini, Mazda seolah mengingatkan satu hal: perjalanan bukan hanya soal sampai tujuan, tapi bagaimana setiap gerakan terasa penuh arti. Dan di situlah, vibrance itu hidup. (Mur)


