Kitabogor – Sutradara Hanung Bramantyo kembali membuat gebrakan di panggung internasional. Film horor terbarunya, The Hole, resmi menggelar world premiere di International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2026 pada 3 Februari lalu. Film ini masuk program Harbour, kategori bergengsi yang menampilkan karya-karya sinema kontemporer dengan sudut pandang berani dari seluruh dunia.
Hanung hadir langsung bersama aktris utama Anya Zen untuk memperkenalkan film tersebut di hadapan publik global. Penayangan ini menjadi langkah penting sebelum film dijadwalkan rilis di bioskop Indonesia tahun ini.
Bagi Hanung, The Hole bukan sekadar film horor. Karya ini lahir dari kegelisahannya terhadap tragedi G30S, peristiwa sejarah yang dinilai masih menyisakan trauma kolektif bangsa. Ia memadukan unsur sejarah, mitos, hingga kritik sosial dalam balutan cerita misteri yang simbolik.
“Ini ruang eksplorasi saya terhadap trauma sejarah. Saya tidak ingin memberi jawaban tunggal, tapi membuka perspektif baru,” ujar Hanung.
Terinspirasi kisah-kisah rakyat di sekitar Lubang Buaya, film ini mengikuti rangkaian pembunuhan misterius di sebuah desa. Setiap korban ditemukan tewas pada tanggal 30, dengan tubuh berlubang dan pesan aneh di wajah mereka. Pola mengerikan tersebut membawa penonton pada ketegangan antara realitas sejarah dan teror supranatural.
Anya Zen mengaku bangga terlibat dalam proyek ini. Menurutnya, film tersebut mengajak generasi muda berani membicarakan kembali sejarah yang lama terpendam.
Keikutsertaan The Hole juga menandai film kedua Hanung yang lolos seleksi resmi IFFR setelah Gowok: Kamasutra Jawa. Film produksi Adhya Pictures ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia sepanjang 2026. (Mur)


