Kitabogor – Atmosfer panas langsung terasa di Stadio Diego Armando Maradona. Dukungan penuh publik Naples membuat Napoli tampil agresif sejak menit awal. Penguasaan bola dan tekanan dari sisi sayap menjadi senjata utama tuan rumah, sementara Chelsea memilih pendekatan berbeda—lebih sabar, rapi, dan menunggu momen yang tepat.
Chelsea tidak terpancing tempo tinggi Napoli. Mereka menjaga bentuk permainan dan memanfaatkan setiap celah kecil. Kesabaran itu berbuah di menit ke-19. Sebuah insiden handball di kotak penalti membuat wasit menunjuk titik putih. Di tengah sorakan penonton tuan rumah, Enzo Fernández maju sebagai eksekutor dan menuntaskan tugasnya dengan dingin. Chelsea unggul lebih dulu.
Gol tersebut tidak membuat Napoli mengendur. Intensitas justru meningkat. Duel fisik mulai mendominasi, ritme laga naik turun. Usaha Napoli akhirnya terbayar di menit ke-33 ketika Alessandro Vergara menyelesaikan peluang di dalam kotak penalti. Skor kembali imbang dan pertandingan semakin terbuka.
Momentum tuan rumah berlanjut hingga menjelang turun minum. Pada menit ke-43, Rasmus Højlund mencetak gol yang membawa Napoli berbalik unggul 2–1. Babak pertama ditutup dengan kepercayaan diri tinggi bagi Napoli, sementara Chelsea harus menyusun ulang rencana.
Memasuki babak kedua, Chelsea tampil dengan wajah berbeda. Tekanan perlahan dinaikkan, sirkulasi bola lebih rapi, dan lini depan mulai menemukan ruang. Perubahan itu membuahkan hasil di menit ke-61. João Pedro muncul sebagai penentu, mencetak gol penyeimbang yang kembali membuka peluang tim tamu.
Setelah skor kembali imbang, Chelsea terlihat semakin tenang. Napoli masih mencoba menekan, tetapi jarak antarlini mulai renggang. Situasi ini dimanfaatkan Chelsea dengan efisien. Pada menit ke-82, João Pedro kembali mencatatkan namanya di papan skor. Penyelesaian efektifnya membawa Chelsea berbalik unggul 3–2.
Sisa waktu pertandingan diwarnai tekanan Napoli. Namun Chelsea menunjukkan kedewasaan bermain. Organisasi pertahanan terjaga, tempo dikontrol, dan setiap serangan lawan dipatahkan dengan disiplin.
Peluit akhir berbunyi. Chelsea pulang dari Naples dengan kemenangan penting. Lebih dari sekadar tiga poin, hasil ini menjadi bukti mental tandang The Blues di Liga Champions—tetap tenang di bawah tekanan dan efektif di momen krusial.
Kemenangan The Blues melengkapi hasil positif wakil Inggris lainnya di Liga Champions. Manchester City, Arsenal, Liverpool, dan Tottenham juga meraih kemenangan, sementara Newcastle United masih harus berjuang. Secara keseluruhan, performa tim-tim Inggris menunjukkan dominasi dan konsistensi di panggung Eropa musim ini. (Mur)


