KitaBogor — Pemerintah Melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga menjelang bulan suci Ramadan 2026.
Kondisi tersebut tercermin dari hasil pemantauan di Pasar Anyar Bogor, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026).
Berdasarkan pantauan di lapangan, pasokan pangan pokok strategis terpantau memadai dan harga di tingkat konsumen masih berada dalam rentang yang wajar serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Untuk komoditas cabai, salah satu pedagang, Ahmad Nasir, menyampaikan bahwa pasokan masih lancar dan harga relatif stabil. Ia menyebutkan harga cabai rawit berada di kisaran Rp45.000 per kilogram, cabai merah besar Rp32.000 per kilogram, dan cabai keriting Rp35.000 per kilogram.
“Stok cabai rutin masuk ke pasar dan harganya masih sesuai HAP di tingkat konsumen,” ujarnya.
Sementara itu, harga komoditas daging sapi di Pasar Anyar, berada di kisaran Rp130.000 per kilogram. Sedangkan daging ayam ras, mengatakan harga ayam saat ini sekitar Rp38.000 per kilogram.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian menegaskan pentingnya menjaga harga pangan tetap berada dalam koridor HET dan HAP selama Ramadan hingga Idulfitri. Sesuai harapan Presiden Prabowo Subianto.
“Presiden sangat berharap harga pangan tetap stabil seperti saat Natal dan Tahun Baru. Tidak boleh ada pengusaha yang menjual di atas HET. Jika ditemukan pelanggaran, Satgas Pangan Polri akan bertindak tegas,” ujar Amran.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi umum secara bulanan pada Desember 2025 tercatat sebesar 0,64 persen, masih berada pada level yang terkendali.
Dalam lima tahun terakhir, inflasi bulanan pada periode Desember selalu berada di bawah satu persen. Sementara inflasi pangan (volatile food) selama Ramadan dan Idulfitri dalam lima tahun terakhir juga tidak pernah melampaui tiga persen.
Menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, inflasi pangan terakhir tercatat sebesar 2,74 persen pada Desember 2025. Untuk menjaga stabilitas tersebut, pemerintah akan mengintensifkan program intervensi pangan serta memperketat pengawasan distribusi dan harga di lapangan guna memastikan masyarakat mendapatkan harga pangan yang terjangkau.


