Masuk Lebak, Jalan Langsung Berubah: Perbatasan Banten–Bogor Jadi Sorotan

0
12
Infrastruktur Jalan Perbatasan Banten-Bogor Masih Tertinggal di Lebak

KitaBogor – Perbedaan kondisi infrastruktur jalan tampak jelas di wilayah perbatasan Banten dan Jawa Barat. Di sisi Kabupaten Bogor, Jawa Barat, jalan sudah beraspal rapi lengkap dengan marka yang jelas. Tapi begitu memasuki wilayah Kabupaten Lebak, Banten, pemandangannya langsung berubah drastis.

Di Kampung Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong, jalan menuju kawasan Hunian Sementara (Huntara) korban banjir bandang 2020 masih berupa tanah merah. Saat musim kemarau, jalanan berdebu dan kering. Sebaliknya, ketika hujan turun, jalan berubah licin dan sulit dilalui warga.

Kondisi ini kontras dengan wilayah Bogor yang berada tepat di seberangnya. Padahal, jalan tersebut menjadi akses penting bagi warga, terutama bagi penghuni Huntara yang masih berjuang memulihkan kehidupan pascabencana.

Menanggapi hal ini, Gubernur Banten Andra Soni menjelaskan bahwa perbaikan jalan di kawasan tersebut masih terbatas pada tahap pengerasan. Pasalnya, wilayah tersebut masuk kawasan hutan lindung dan taman nasional, sehingga pembangunan tidak bisa dilakukan secara bebas.

“Pengerasan jalan ini sudah menjadi langkah besar karena lokasinya berada di kawasan hutan lindung. Kami berharap akses masyarakat bisa lebih terbantu,” kata Andra Soni di Gedung Negara Banten, Senin (13/1/2026) yang lalu.

Pemerintah Provinsi Banten mengalokasikan anggaran sekitar Rp400 juta untuk pengerasan jalan tersebut. Meski begitu, proses pengerjaan diakui tidak mudah karena keterbatasan material dan akses menuju lokasi yang cukup sulit.

Ke depan, Pemprov Banten berencana melanjutkan pembangunan ke tahap pengaspalan permanen setelah pengerasan rampung dan koordinasi lintas pihak selesai dilakukan. Pemerintah berharap perbaikan infrastruktur ini dapat meningkatkan mobilitas warga sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di wilayah perbatasan. (Hen)

Previous articleFraksi Demokrat Tegaskan Industri Hijau dan Peran IKM di RPIP Jakarta
Next articleAsah Literasi Sejak Dini, SDIT Yapidh Gelar Program Jurnalis Cilik