KitaBogor – Peringatan Hari Ulang Tahun Pramuka ke-64 di Kabupaten Bogor berlangsung meriah dengan digelarnya Pentas Kolosal Desa Pramuka Kuta Udaya Wangsa di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong. Sebanyak 600 anggota Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Bogor turut serta dalam pertunjukan teatrikal ini.
Pentas yang melibatkan Pramuka Garuda dari empat Kwartir Ranting—Cibinong, Citeureup, Sukaraja, dan Bojonggede. Serta anggota Saka Bhayangkara, Saka Bakti Husada, Saka Brama Yudha Jaya, dan Saka Wira Kartika ini menampilkan harmoni gerak dan makna mendalam. Disutradarai oleh Heri Cokro, Tohir Kulikulo, dan Ferry KS. Pementasan menggunakan naskah gagasan Ahmad Kosasih, Sekretaris Kwarcab Bogor, dengan skenario Herry Purwantoro.
Pertunjukan mengisahkan kehidupan desa di Kabupaten Bogor yang penuh kebahagiaan, namun tetap diwarnai ancaman bencana seperti longsor, banjir, dan gempa. Melalui pementasan ini, Pramuka ditampilkan sebagai bagian penting masyarakat yang siap menjadi garda terdepan dalam menghadapi berbagai potensi bencana dengan keterampilan, kedisiplinan, serta jiwa kepemimpinan.
Atraksi diawali dengan kehadiran helikopter perintis dari Lanud Atang Sanjaya. Selanjutnya, anggota Pramuka menunjukkan simulasi penanggulangan bencana, mulai dari tim evakuasi, penanganan pasca bencana, hingga pemulihan masyarakat. Semua rangkaian menegaskan kesiapan Pramuka bekerja sama dengan TNI, Polri, Damkar, Dinas Kesehatan, dan instansi terkait lainnya.
Menurut penggagas naskah, Ahmad Kosasih, kegiatan ini bukan hanya pementasan seni, melainkan juga ajang pendidikan karakter. “Pramuka adalah kader bangsa yang harus berada di garda depan. Melalui latihan dan kegiatan, anggota Pramuka dibentuk menjadi pribadi tangguh, disiplin, mandiri, berjiwa Pancasila, serta siap berkontribusi membangun bangsa,” tegasnya.
Pentas Kolosal Desa Pramuka Kuta Udaya Wangsa akhirnya menjadi simbol kebangkitan masyarakat menuju kehidupan lebih baik. Sejalan dengan makna “Kuta Udaya Wangsa” atau Kota Kebangkitan Bangsa.