KitaBogor – Kaohsiung, salah satu kota terbesar di Taiwan, kini semakin aktif memperluas visibilitas internasional melalui promosi wisata pedesaan. Program unggulan bertajuk “Farm a Day in Kaohsiung” (一日農夫) resmi diperkenalkan di ajang Tourism Promotion Fair yang digelar di Bandung dan Jakarta pada 19–20 Agustus 2025. Bersama Asosiasi Pariwisata Taiwan, Dinas Pertanian Pemerintah Kota Kaohsiung. Menghadirkan wajah baru agrowisata yang memadukan budaya, kuliner, hingga kehidupan masyarakat lokal.
Kegiatan ini dipimpin oleh Mr. Gao Zhen-Yuan, Wakil Kepala Dinas Pertanian Kaohsiung. Dan diikuti lebih dari 250 pelaku industri wisata lokal serta 500 peserta. Melalui booth pameran, Kaohsiung memperkenalkan paket wisata komunitas seperti Yong’an Xingang, Dashu Longmu, hingga Liugui Xinfā. Pengunjung juga dapat menikmati produk kreatif khas desa. Mulai dari bamboo dragonfly dari bambu asli, sapu mini komunitas Pabrik Gula Qishan, hingga tatakan bordir bermotif tradisional Sunlight Xiaolin.
Respon positif datang dari mitra industri Indonesia. Pauline Suharno, Ketua ASTINDO, menilai konsep slow travel dan wisata mendalam dari Kaohsiung akan memberikan pengalaman unik bagi wisatawan Indonesia. Sementara itu, agen perjalanan lokal juga menyatakan optimisme untuk membawa lebih banyak rombongan wisata ke Kaohsiung.
Menurut Yao Zhi-Wang, Kepala Dinas Pertanian Kaohsiung, Farm a Day bukan sekadar paket wisata, tetapi strategi menghubungkan komunitas pedesaan dengan pembangunan berkelanjutan. Melalui pemasaran dan pengembangan merek, desa-desa di Kaohsiung diharapkan dapat menjadi pusat revitalisasi lokal sekaligus destinasi internasional.
Dengan mengusung konsep slow travel, Farm a Day in Kaohsiung menghadirkan cara baru menikmati Taiwan: tidak hanya berbelanja atau mengunjungi landmark populer, tetapi menyelami kehidupan pedesaan, menikmati kuliner khas, serta merasakan kehangatan masyarakat lokal. Program ini diharapkan semakin memperkuat posisi Kaohsiung sebagai destinasi wisata pedesaan unggulan di Asia.