Home Event Indocomtech 2026 Hadirkan PBNC, Dorong Ekosistem Gaming dan Esports

Indocomtech 2026 Hadirkan PBNC, Dorong Ekosistem Gaming dan Esports

0
2
Indocomtech 2026 Hadirkan PBNC, Dorong Ekosistem Gaming dan Esports

KitaBogor – Pameran teknologi informasi, gadget, dan teknologi konsumen, Indocomtech 2026, resmi dibuka di Hall A, Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Kamis (29/10/2026). Memasuki penyelenggaraan ke-32, pameran ini berlangsung hingga 1 November 2026 dengan menghadirkan produk teknologi, program promosi, edukasi digital, dan kompetisi esports.

Mengusung tema “See, Experience, Solve, and Stay Ahead”, Indocomtech 2026 menjadi ajang bagi masyarakat untuk mengenal perkembangan teknologi dan menjajaki penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai produk IT, gadget, dan teknologi konsumen ditawarkan untuk mendukung kebutuhan pekerjaan, pendidikan, komunikasi, hingga hiburan.

Penyelenggara menghadirkan sejumlah program promosi, mulai dari diskon hingga 70 persen, clearance sale, lelang produk, hingga fasilitas cicilan 0 persen melalui myBCA sesuai syarat dan ketentuan. BCA turut mendukung pameran tahun ini sebagai Official Bank Partner.

Selain pameran produk, pengunjung juga dapat menyaksikan Point Blank National Championship (PBNC), kompetisi esports yang menjadi bagian dari rangkaian acara. Kehadiran kompetisi ini mempertemukan dunia teknologi, komunitas gim, dan perkembangan industri esports di Indonesia.

Digitalisasi dan AI Jadi Sorotan

Dalam rangkaian pembukaan, Anggota Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Marsudi Wahyu Kisworo, menyoroti peluang industri teknologi seiring meningkatnya kebutuhan digitalisasi.

Menurutnya, pertumbuhan pusat data, komputasi awan, kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI), serta integrasi sistem membuka peluang bisnis bagi industri teknologi Indonesia dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang.

Namun, perkembangan tersebut juga membawa tantangan, terutama terkait keamanan siber dan perlindungan data pribadi. AI dapat membantu meningkatkan produktivitas, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan untuk memperkuat serangan siber.

Karena itu, pengembangan teknologi perlu melibatkan kolaborasi pemerintah, industri, dan akademisi. Marsudi juga menekankan pendekatan human-centric, yakni pengembangan teknologi yang berorientasi pada manusia, memperkuat kemampuan, memperluas akses pendidikan, dan membuka peluang baru.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan APKOMINDO Indonesia, Hidayat Tjokrodjojo, menyoroti pentingnya keberlanjutan Indocomtech sebagai ruang pertemuan komunitas dan pelaku industri. Ia juga menekankan pentingnya pendidikan dan pemahaman dasar teknologi di tengah perkembangan AI.

Digitalisasi Pendidikan Perlu Diikuti Peningkatan Kompetensi

Perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam sambutannya mengapresiasi penyelenggaraan Indocomtech 2026. Pameran ini dinilai menjadi ruang kolaborasi antara inovasi, industri teknologi, dan masyarakat untuk memperkuat ekosistem digital nasional.

Dalam sambutan tersebut, pemerintah menekankan bahwa transformasi digital pendidikan tidak cukup hanya dengan menyediakan perangkat. Pemanfaatan teknologi perlu diikuti peningkatan mutu pembelajaran, literasi digital, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, adaptasi, dan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi.

Data yang disampaikan dalam sambutan menyebutkan bahwa pada 2025 pemerintah menyediakan perangkat digitalisasi pembelajaran berupa papan interaktif digital beserta kelengkapannya bagi 288.865 satuan pendidikan. Dukungan akses internet diberikan kepada 8.152 satuan pendidikan, sedangkan jaringan listrik disediakan bagi 2.389 satuan pendidikan.

Pada 2026, program digitalisasi pembelajaran dilanjutkan dengan sasaran 268.393 satuan pendidikan. Pendampingan pemanfaatan teknologi juga disebut telah menjangkau lebih dari 58.000 satuan pendidikan.

Pemerintah turut menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi guru, penyediaan konten berkualitas, dan penerapan metode pembelajaran sesuai kebutuhan murid. Teknologi juga diharapkan memperluas akses pendidikan bagi peserta didik penyandang disabilitas melalui fitur aksesibilitas dan materi adaptif.

Kolaborasi dengan industri dinilai berperan dalam pengembangan talenta digital, penguatan kemampuan sains dan teknologi, serta penguasaan koding dan AI.

PBNC Perkuat Ekosistem Gaming dan Esports

Indocomtech 2026 juga menghadirkan Point Blank National Championship sebagai salah satu agenda kompetisi. Dalam rangkaian pembukaan, Project Manager Point Blank Zeppeto Indonesia, Lukman Rizky El Dani, menyoroti potensi industri gim dan esports yang semakin berkembang.

Menurutnya, ekosistem gaming tidak hanya berkaitan dengan permainan, tetapi juga dapat membuka peluang dalam pengembangan kreativitas, kerja sama tim, disiplin, pembuatan konten, dan profesi di industri esports.

Kehadiran PBNC menjadi bagian dari upaya menghubungkan perkembangan perangkat teknologi dengan komunitas pengguna dan industri gim. Kompetisi tersebut juga memberikan kesempatan bagi penggemar untuk menyaksikan pertandingan secara langsung.

Berlangsung hingga 1 November 2026, Indocomtech 2026 menggabungkan pameran produk, program promosi, edukasi teknologi, dan hiburan dalam satu agenda. Pengunjung dapat mendatangi Hall A, JICC, Senayan, Jakarta, untuk menjelajahi produk teknologi serta mengikuti kegiatan yang tersedia selama pameran. (Mur)

Previous articleRayakan Ascott Culture Week 2026, Citadines Antasari Tanam 100 Bibit Mangrove
Next articleCinta Quran Foundation dan RS Islam Bogor Luncurkan Rumah Sakit Wakaf, Targetkan Dana Rp231 Miliar