Home Event Kejurnas Padel 2026, Kaltim Bidik Medali Usai Tembus Perempat Final

Kejurnas Padel 2026, Kaltim Bidik Medali Usai Tembus Perempat Final

0
5
Kejurnas Padel 2026, Kaltim Bidik Medali Usai Tembus Perempat Final

KitaBogor – Kontingen Kalimantan Timur (Kaltim) berupaya meraih hasil terbaik dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Padel 2026 dengan menurunkan 17 atlet putra dan putri. Dalam kejuaraan nasional perdana ini, tim beregu putra Kaltim berhasil menembus perempat final, sementara tim putri terhenti di babak 16 besar.

Kejurnas Padel 2026 berlangsung pada 12–18 Oktober 2026 dan diikuti kontingen dari 20 provinsi. Pembukaan resmi digelar di HQ Padel, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Jumat (16/10/2026).

Kejuaraan ini menjadi salah satu momentum penting bagi perkembangan padel sebagai cabang olahraga prestasi di Indonesia. Selain menjadi ajang persaingan antardaerah, kompetisi tersebut memberi kesempatan kepada atlet untuk mengukur kemampuan dan memperoleh pengalaman bertanding.

Ketua Tim Kejurnas Padel Kalimantan Timur, Ferza Agustia Darma, mengatakan tim beregu putra berhasil mencapai perempat final, sedangkan perjuangan tim putri berakhir di babak 16 besar.

“Alhamdulillah, tim beregu putra sudah sampai babak perempat final. Untuk beregu putri, perjuangan kami terhenti di babak 16 besar,” kata Ferza di Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2026).

Kaltim menurunkan total 17 atlet, termasuk pemain cadangan. Sejumlah atlet yang memperkuat kontingen tersebut juga berstatus sebagai anggota pemusatan latihan nasional (Pelatnas).

Kaltim Perkuat Pembinaan dan Target Prestasi

Partisipasi Kaltim dalam Kejurnas Padel 2026 tidak hanya berorientasi pada hasil pertandingan, tetapi juga menjadi kesempatan mengevaluasi kemampuan atlet dalam menghadapi persaingan nasional.

Dukungan terhadap kontingen diberikan Ketua KONI Kalimantan Timur, Haji Andrey, yang juga menjabat Ketua Umum Padel Kaltim. Bersama Ketua Umum PBPI Kaltim, Bang Bermot, dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pembinaan dan prestasi atlet di daerah.

Wakil Ketua Padel Kalimantan Timur, Oni, turut membenarkan bahwa tim beregu putri telah tersingkir di babak 16 besar. Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki persiapan dan meningkatkan daya saing pada kejuaraan berikutnya.

Sementara itu, tim putra yang berhasil mencapai perempat final menjadi salah satu tumpuan Kaltim untuk meraih hasil lebih baik dalam kompetisi ini.

Novela Putria Absen untuk Pemulihan Cedera

Salah satu atlet andalan sektor putri Kaltim, Novela Putria, tidak turun bertanding dalam Kejurnas Padel 2026. Peraih medali perunggu Asian Games 2026 Aichi-Nagoya tersebut masih menjalani pemulihan cedera setelah mengikuti kompetisi multievent tingkat Asia itu.

Novela mengatakan pemulihan kondisi fisik menjadi prioritas sebelum kembali menjalani pemusatan latihan bersama Pelatnas yang dijadwalkan mulai pada Senin pekan berikutnya.

“Setelah Asian Games, ada sedikit gangguan berupa cedera. Saya fokus pada pemulihan karena pekan depan sudah mulai pemusatan latihan Pelatnas,” ujarnya saat menghadiri pembukaan Kejurnas Padel 2026.

Menurut Novela, perkembangan padel di Indonesia tidak terlepas dari kerja sama atlet, pemerintah daerah, federasi, dan komunitas. Ia menilai penyelenggaraan kejuaraan nasional menjadi langkah penting untuk memperkuat sistem kompetisi dan pembinaan.

Dengan adanya Kejurnas, padel dinilai semakin memiliki ruang kompetisi yang terarah. Kejuaraan ini juga memberikan kesempatan bagi atlet dari berbagai daerah untuk menunjukkan kemampuan dan menguji hasil latihan.

Atlet Pelatnas Bidik Prestasi Menuju PON

Optimisme terhadap perkembangan padel juga disampaikan Anak Agung Ngurah Valentinus Adyasmaka Wibawa, atlet Pelatnas yang memperkuat Kaltim dan akrab disapa Diaz.

Menurut Diaz, Kejurnas Padel 2026 menjadi kesempatan penting untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus mempersiapkan target prestasi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.

“Ini salah satu pertandingan penting karena merupakan Kejurnas pertama. Jika bisa memberikan hasil yang baik, kami bisa menargetkan prestasi pada PON mendatang,” kata Diaz.

Ia juga menilai kompetisi nasional dapat memperlihatkan keseriusan berbagai pihak dalam mengembangkan padel sebagai olahraga prestasi, bukan sekadar olahraga yang tengah populer.

Pembinaan berjenjang, kompetisi yang terstruktur, dan program latihan berkelanjutan menjadi unsur penting untuk menjaga perkembangan cabang olahraga ini. Kejurnas dapat menjadi salah satu sarana untuk mengevaluasi kesiapan atlet sekaligus memperluas persaingan antardaerah.

Kejurnas Jadi Pijakan Pengembangan Padel Indonesia

Keikutsertaan kontingen dari 20 provinsi menunjukkan terbukanya ruang persaingan yang lebih luas bagi atlet padel di Indonesia. Kejuaraan nasional juga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan pengalaman bertanding dan memperkuat pembinaan di daerah.

Bagi Kaltim, hasil tim putra dan putri menjadi bahan evaluasi untuk menyusun persiapan selanjutnya. Di sisi lain, keputusan Novela Putria untuk fokus memulihkan cedera memperlihatkan pentingnya menjaga kondisi atlet dalam menjalani rangkaian kompetisi.

Pengembangan padel sebagai olahraga prestasi membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari federasi, pemerintah daerah, pelatih, atlet, hingga komunitas. Dengan kompetisi yang berkelanjutan dan pembinaan yang terarah, padel diharapkan dapat melahirkan atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (Hen)

Previous articlePoint Arena Bandung Berhenti Beroperasi, Pospro Perkuat Ekosistem Gaming Jakarta
Next articleDari Kuliner Viral hingga Kopi UMKM, Halalicious 2026 Meriahkan ISEF