Home Bisnis dan Keuangan SME DigitalFest 2026, Exabytes Dorong UMKM Maksimalkan AI

SME DigitalFest 2026, Exabytes Dorong UMKM Maksimalkan AI

0
13
Exabytes Indonesia menggelar SME DigitalFest 2026 bertema “UMKM + AI” di CBN Hall Menara Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2026). Kegiatan yang didukung Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia tersebut diikuti lebih dari 100 pelaku UMKM dari berbagai sektor. Festival ini mempertemukan pemerintah, asosiasi, praktisi, dan mitra ekosistem digital untuk membahas pemanfaatan AI dalam pengembangan bisnis UMKM. VP & Country Manager Exabytes Indonesia, Indra Hartawan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman UMKM mengenai pentingnya transformasi digital. “SME DigitalFest kami hadirkan untuk membangun kesadaran UMKM akan pentingnya memperkuat bisnis melalui performa digital. Tahun ini, kami berfokus pada adopsi AI,” ujar Indra. Melalui inisiatif GROW AI, Exabytes memperkenalkan tiga tahapan pertumbuhan UMKM, yaitu Naik Kelas, Naik Omzet, dan Naik Level. Naik Kelas berkaitan dengan pembangunan fondasi digital melalui website, domain, email bisnis, serta proses yang terukur. Naik Omzet diarahkan pada penggunaan AI untuk mendukung konten penjualan, iklan, layanan pelanggan, dan penjualan lintas kanal. Sementara Naik Level mencakup kesiapan bisnis dalam mengakses pendanaan, membangun infrastruktur yang aman, serta mengembangkan kemitraan jangka panjang. Sejumlah pembicara turut hadir dalam SME DigitalFest 2026. Di antaranya Direktur Aplikasi Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Tri Wahyudi, Direktur Pengembangan Bisnis dan Layanan Pemasaran SMESCO Indonesia M. Rizki Firdaus, Ketua Umum ADIGSI Firlie H. Ganinduto, Social Impact Partner SDG Impact Partners Nur Hasan, serta CX Consultant dan Co-founder Retensi AI Yanuar Rezqi. Acara juga menghadirkan sesi praktik mengenai penggunaan AI untuk bisnis, termasuk pemanfaatan teknologi untuk pembuatan konten, operasional, penjualan, dan pengalaman pelanggan. Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah GROWpreneur Competition 2026. Kompetisi tersebut dimenangkan Steven dari Reka Tridi, yang mendapatkan Exabytes Credit untuk pengembangan bisnis. “Dengan AI, pekerjaan yang tadinya membutuhkan dua atau tiga orang, seperti mendesain foto produk dan menulis deskripsi yang baik untuk SEO, kini bisa dikerjakan oleh satu orang saja,” ujar Steven. Selain kompetisi, peserta mengikuti workshop AI, mengunjungi AI Clinic dan Demo Lab, serta mengikuti networking bersama pelaku industri dan mitra ekosistem digital. Exabytes Indonesia menyatakan akan terus memperkuat edukasi dan produk berbasis AI untuk membantu UMKM melakukan transformasi digital dan mengembangkan bisnis.

KitaBogor – Exabytes Indonesia menggelar SME DigitalFest 2026 bertema “UMKM + AI” di CBN Hall Menara Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan yang didukung Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia tersebut diikuti lebih dari 100 pelaku UMKM dari berbagai sektor.

Festival ini mempertemukan pemerintah, asosiasi, praktisi, dan mitra ekosistem digital untuk membahas pemanfaatan AI dalam pengembangan bisnis UMKM.

VP & Country Manager Exabytes Indonesia, Indra Hartawan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman UMKM mengenai pentingnya transformasi digital.

“SME DigitalFest kami hadirkan untuk membangun kesadaran UMKM akan pentingnya memperkuat bisnis melalui performa digital. Tahun ini, kami berfokus pada adopsi AI,” ujar Indra.

Melalui inisiatif GROW AI, Exabytes memperkenalkan tiga tahapan pertumbuhan UMKM, yaitu Naik Kelas, Naik Omzet, dan Naik Level.

Naik Kelas berkaitan dengan pembangunan fondasi digital melalui website, domain, email bisnis, serta proses yang terukur.

Naik Omzet diarahkan pada penggunaan AI untuk mendukung konten penjualan, iklan, layanan pelanggan, dan penjualan lintas kanal.

Sementara Naik Level mencakup kesiapan bisnis dalam mengakses pendanaan, membangun infrastruktur yang aman, serta mengembangkan kemitraan jangka panjang.

Sejumlah pembicara turut hadir dalam SME DigitalFest 2026. Di antaranya Direktur Aplikasi Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Tri Wahyudi, Direktur Pengembangan Bisnis dan Layanan Pemasaran SMESCO Indonesia M. Rizki Firdaus, Ketua Umum ADIGSI Firlie H. Ganinduto, Social Impact Partner SDG Impact Partners Nur Hasan, serta CX Consultant dan Co-founder Retensi AI Yanuar Rezqi.

Acara juga menghadirkan sesi praktik mengenai penggunaan AI untuk bisnis, termasuk pemanfaatan teknologi untuk pembuatan konten, operasional, penjualan, dan pengalaman pelanggan.

Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah GROWpreneur Competition 2026. Kompetisi tersebut dimenangkan Steven dari Reka Tridi, yang mendapatkan Exabytes Credit untuk pengembangan bisnis.

“Dengan AI, pekerjaan yang tadinya membutuhkan dua atau tiga orang, seperti mendesain foto produk dan menulis deskripsi yang baik untuk SEO, kini bisa dikerjakan oleh satu orang saja,” ujar Steven.

Selain kompetisi, peserta mengikuti workshop AI, mengunjungi AI Clinic dan Demo Lab, serta mengikuti networking bersama pelaku industri dan mitra ekosistem digital.

Exabytes Indonesia menyatakan akan terus memperkuat edukasi dan produk berbasis AI untuk membantu UMKM melakukan transformasi digital dan mengembangkan bisnis. (Mur)

Previous articleDari Rawa Sagu ke Jantung Jakarta, Sorong Selatan Menyapa Lewat Ekowisata, Budaya, dan Papeda
Next articleLokafest Surabaya Bahas Strategi UMKM Naik Kelas di Era Digital