Sunday, 27 September 2026
Home Lokal Gandeng Keboen Sastra, HMPV IPB Gelar SWAKARYA 2026 Dorong Ketahanan Pangan di...

Gandeng Keboen Sastra, HMPV IPB Gelar SWAKARYA 2026 Dorong Ketahanan Pangan di Bogor

0
5
Gandeng Keboen Sastra, HMPV IPB Gelar SWAKARYA 2026 Dorong Ketahanan Pangan di Bogor

KitaBogor – Upaya membangun ketahanan pangan tidak selalu harus dimulai dari skala besar. Dengan lahan terbatas, pengetahuan yang tepat, dan teknologi sederhana, masyarakat juga dapat mulai mengembangkan sumber pangan secara mandiri.

Semangat tersebut dibawa Himpunan Mahasiswa Vokasi Peternakan (HMPV) IPB University melalui Tim Petern-Aksi dan Departemen Kesejahteraan Mahasiswa dan Sosial Masyarakat (Kemsosmas) dalam program SWAKARYA 2026 di Yayasan Rumah Kreatif Keboen Sastra Bogor, Sabtu (26/9/2026).

Mengusung tema “Aksi Swakarya: Menetas Harapan, Menuai Masa Depan”, kegiatan ini dirancang sebagai program pemberdayaan masyarakat pra-sejahtera melalui edukasi sekaligus praktik budidaya ayam petelur.

Bukan sekadar memberikan bantuan, program tersebut diarahkan untuk membangun pengetahuan dan keterampilan yang dapat terus dikembangkan oleh masyarakat dalam jangka panjang.

Dari Edukasi hingga Praktik Beternak

Kegiatan diawali dengan seminar edukasi yang menghadirkan dosen Program Studi Teknologi dan Manajemen Ternak, Siti Mawwaddah, S.Pt., M.Si.

Setelah sesi edukasi, peserta mengikuti praktik lapangan yang dipandu Tim Petern-Aksi. Materi yang diberikan mencakup pengelolaan kandang baterai, instalasi air minum otomatis atau nipple, biosecurity dan sanitasi, manajemen pemeliharaan, pemberian pakan, kesehatan ternak, hingga pengelolaan dan penyimpanan telur.

Sebanyak 12 ekor ayam petelur berusia sekitar 18 minggu disiapkan untuk mendukung penerapan langsung materi yang diberikan.

Melalui model tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana budidaya ayam petelur dapat dilakukan dalam skala kecil.

Selain menjadi sarana pembelajaran, budidaya tersebut diharapkan dapat mendukung ketersediaan sumber protein hewani secara berkelanjutan di lingkungan masyarakat.

Menyasar Anak dan Keluarga Pra-Sejahtera

Program SWAKARYA 2026 menyasar sekitar 36 peserta binaan Yayasan Rumah Kreatif Keboen Sastra Bogor.

Mereka terdiri dari 15 anak yatim piatu, satu anak putus sekolah, 10 anak jalanan, serta 10 anak dari keluarga kurang mampu atau dhuafa. Kegiatan tersebut juga terbuka bagi masyarakat umum di wilayah Kota Bogor.

Ketua Pelaksana SWAKARYA 2026, Luthfi Suhada, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar manfaatnya tidak berhenti pada bantuan yang diberikan saat acara berlangsung.

“Kami ingin SWAKARYA tidak berhenti pada pemberian bantuan. Yang kami bangun adalah pengetahuan, keterampilan, dan sarana agar masyarakat dapat mengelola sumber pangan secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Luthfi.

Menurutnya, keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang untuk mengembangkan peternakan skala kecil selama masyarakat memiliki pengetahuan dan teknologi yang sesuai.

“Melalui kolaborasi mahasiswa, akademisi, dan lembaga sosial, kami berharap model budidaya ayam petelur ini dapat terus dikembangkan. Dan menjadi contoh pemberdayaan berbasis komunitas yang bisa diterapkan di tempat lain,” katanya.

Serahkan Sarana Budidaya kepada Mitra

Kegiatan SWAKARYA 2026 ditutup dengan penyerahan simbolis unit kandang baterai. Beserta bibit ayam petelur kepada Yayasan Rumah Kreatif Keboen Sastra Bogor sebagai mitra kegiatan.

Penyerahan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan program tidak berhenti ketika kegiatan pelatihan selesai. Sarana yang diberikan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk melanjutkan praktik budidaya sekaligus menjadi media pembelajaran bagi masyarakat binaan.

SWAKARYA 2026 merupakan program HMPV IPB University melalui Tim Petern-Aksi dan Departemen Kemsosmas. Dengan dukungan Program Studi Teknologi dan Manajemen Ternak, Sekolah Vokasi IPB University, serta Yayasan Rumah Kreatif Keboen Sastra Bogor.

Melalui kolaborasi mahasiswa, akademisi, dan lembaga sosial, program ini membawa pesan bahwa ketahanan pangan dapat dibangun dari lingkungan terdekat. Dari keterampilan sederhana, masyarakat diharapkan memiliki kesempatan untuk mengembangkan sumber pangan sekaligus membuka peluang pemberdayaan yang berkelanjutan. (Ckr03/red)

Previous articleArtotel Group Dorong Restorasi Alam untuk Perkuat Ketahanan Industri Hospitality Indonesia
Next articleBalai Kota Bogor Punya Waste Station Berbahan Daur Ulang, Jadi Ruang Edukasi Pengelolaan Sampah