Saturday, 19 September 2026
Home Lokal Sampah Galuga Bakal Diubah Jadi BBMT Lewat Teknologi Pirolisis, Kapasitas 1.000 Ton...

Sampah Galuga Bakal Diubah Jadi BBMT Lewat Teknologi Pirolisis, Kapasitas 1.000 Ton per Hari

0
2
Sampah Galuga Bakal Diubah Jadi BBMT Lewat Teknologi Pirolisis, Kapasitas 1.000 Ton per Hari

KitaBogor – Tumpukan sampah lama di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kabupaten Bogor, tidak hanya akan ditangani dengan cara ditimbun. Pemerintah bersama TNI Angkatan Darat (TNI AD) mulai membangun fasilitas pirolisis yang dirancang mengolah sampah menjadi bahan bakar minyak terbarukan.

Fasilitas tersebut dibangun di kawasan Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, tepat di seberang lahan pembangunan PSEL Bogor Raya 1.

Proyek ini menjadi bagian dari penerapan Perpres Nomor 109 Tahun 2025 yang mengatur pengolahan sampah perkotaan menjadi energi terbarukan menggunakan teknologi ramah lingkungan.

Olah 1.000 Ton Sampah per Hari

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan fasilitas pirolisis pada tahap awal ditargetkan mampu mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari.

Sampah plastik yang telah dipilah dari timbunan kemudian diproses menggunakan teknologi pirolisis. Dari kapasitas tersebut, fasilitas diproyeksikan menghasilkan sekitar 50–60 kiloliter BBMT per hari.

Pembangunan fasilitas dilakukan melalui peletakan batu pertama pada Kamis, 17 September 2026. Proyek tersebut menggunakan lahan sekitar lima hektare dan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar satu tahun.

Kurangi Beban TPAS Galuga

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan kehadiran fasilitas pirolisis dapat membantu mengurangi deposit sampah yang selama ini berada di TPAS Galuga.

Menurutnya, meski Kota Bogor sudah meninggalkan sistem open dumping dan menerapkan controlled landfill, persoalan kapasitas lahan tetap perlu menjadi perhatian.

Dedie melihat keberadaan PSEL dan pirolisis dapat saling melengkapi. PSEL menangani sampah baru, sedangkan pirolisis diarahkan untuk mengolah timbunan sampah lama.

β€œIni bisa menyerap 1.000 ton sampah deposit. Artinya, kombinasi ini kalau bisa berjalan mulus, maka kedaruratan sampah di Bogor bisa mulai terurai,” kata Dedie.

Sampah Lama Jadi Energi Alternatif

Selain mengurangi volume timbunan, proyek ini juga membawa konsep waste to fuel, yaitu mengubah sampah menjadi bahan bakar.

Maruli mengatakan produk BBMT yang dihasilkan pada tahap awal akan dipasarkan melalui skema business to business atau B2B.

Jika hasil pengujian dan persyaratan memungkinkan untuk pemanfaatan publik, skema tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut.

Bagi pengelolaan sampah, pemanfaatan teknologi ini diharapkan dapat memperpanjang usia operasional TPA sekaligus membuka pemanfaatan baru dari sampah yang sebelumnya hanya menjadi timbunan.

Berjalan Bersama PSEL Bogor Raya 1

Pembangunan fasilitas pirolisis dilakukan berdekatan dengan pembangunan PSEL Bogor Raya 1.

Keduanya menjadi bagian dari pendekatan pengolahan sampah berbasis teknologi sebagaimana diarahkan dalam Perpres Nomor 109 Tahun 2025. Regulasi tersebut memungkinkan sampah diolah menjadi listrik, bioenergi, bahan bakar minyak terbarukan, maupun produk ikutan lainnya.

Bagi kawasan Bogor, pengembangan teknologi pengolahan sampah ini diharapkan dapat mengurangi tekanan terhadap TPAS Galuga sekaligus memberikan alternatif dalam menangani timbunan sampah lama.

Jika pembangunan dan pengoperasiannya berjalan sesuai rencana, sebagian sampah yang selama ini menumpuk di Galuga nantinya dapat diproses menjadi produk energi yang memiliki nilai guna. (Mur)

Previous articleUNB Menuju Industrial University, Perkuat Hilirisasi Riset dan Ekosistem Kewirausahaan