Friday, 18 September 2026
Home Event The Sounds Project Vol. 9 Hadirkan 120+ Musisi di Tujuh Panggung, Siapkan...

The Sounds Project Vol. 9 Hadirkan 120+ Musisi di Tujuh Panggung, Siapkan Line-Up Lebih Besar Tahun Depan

0
2
The Sounds Project Vol. 9 Hadirkan 120+ Musisi di Tujuh Panggung, Siapkan Line-Up Lebih Besar Tahun Depan

KitaBogor – The Sounds Project Vol. 9 kembali menghadirkan perayaan musik dalam skala besar selama tiga hari, 7–9 Agustus 2026, di Ecovention & Ecopark Ancol, Jakarta.

Mengusung tema “Beyond Memories”, festival ini menghadirkan lebih dari 120 musisi Indonesia dan internasional yang tampil bergantian di tujuh panggung. Gelaran tersebut dipadati hampir ratusan ribu penonton selama tiga hari, memperlihatkan bagaimana musik mampu mempertemukan masyarakat dari beragam latar belakang dalam satu ruang dan pengalaman.

Namun, The Sounds Project Vol. 9 tidak hanya berbicara mengenai penampilan musik. Di balik panggung, festival ini juga menghadirkan berbagai program yang melibatkan kampus, komunitas, generasi muda, hingga inisiatif keberlanjutan.

Dari Acara Kampus hingga Festival Berskala Besar

Perjalanan The Sounds Project bermula dari sebuah acara kampus pada 2015. Dari panggung sederhana dengan jumlah penonton yang masih terbatas, festival ini kemudian berkembang melewati berbagai tempat, tantangan, dan perubahan hingga mencapai penyelenggaraan volume kesembilan.

Festival Director The Sounds Project, Gerhana Banyubiru (Ghana), mengatakan semangat untuk memberikan ruang bagi generasi muda tetap menjadi bagian dari perjalanan festival.

“Berawal dari sebuah acara kampus kecil, The Sounds Project terus tumbuh hingga menjadi festival berskala besar tanpa meninggalkan semangat untuk memberikan ruang bagi generasi muda. Dengan niat baik, semangat itu yang terus kami bawa hingga sekarang,” ujar Ghana.

Semangat tersebut salah satunya diwujudkan melalui TSP Squad Stage Presented by Extra Joss Ultimate. Tahun ini, hampir 300 band dan komunitas dari berbagai daerah di Indonesia mendaftar untuk mendapatkan kesempatan tampil.

Program tersebut membuka ruang bagi musisi pendatang baru dan band kampus untuk merasakan pengalaman berbagi panggung dalam festival berskala besar.

Keterlibatan generasi muda juga hadir melalui program volunteer dan internship selama enam bulan. Mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses penyelenggaraan festival, mulai dari tahap perencanaan hingga eksekusi.

Sementara melalui TSP Academy, mahasiswa juga diberi ruang untuk mengabadikan berbagai momen festival. Program tersebut menjaring fotografer kampus melalui kolaborasi dengan Live Avenue.

Kolaborasi dengan Pop Hari Ini juga menghadirkan Kolom Kampus, yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk merasakan pengalaman sebagai jurnalis musik.

Program tersebut mengangkat dua tema, yakni “Cerita di Balik Festival Musik” dan “Musik Lokal dan Kehidupan Kampus”. Sekitar 50 tulisan mahasiswa masuk selama periode submission 15 Mei hingga 15 Juni 2026.

Tiga penulis terpilih kemudian mendapatkan kesempatan meliput langsung The Sounds Project Vol. 9 selama tiga hari, termasuk mengikuti sesi wawancara bersama musisi internasional yang tampil di festival.

Musik dan Upaya Keberlanjutan

Aspek keberlanjutan juga menjadi bagian dari penyelenggaraan The Sounds Project Vol. 9.

Bekerja sama dengan Matters Project, The Sounds Project menjalankan inisiatif pengelolaan sampah selama tiga hari festival.

Sampah yang terkumpul kemudian dikirim ke RDF Plant Rorotan untuk diolah menjadi bahan bakar dalam proses waste-to-energy (WTE).

Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya festival untuk memperhatikan pengelolaan lingkungan di sekitar area acara.

120+ Musisi, Tujuh Panggung

Antusiasme penonton sudah terlihat sejak sebelum gerbang festival dibuka setiap harinya. Sejumlah penonton datang lebih awal untuk menikmati rangkaian pertunjukan sejak awal.

Pengunjung The Sounds Project Vol. 9 juga tidak hanya berasal dari Indonesia. Penonton dari Malaysia dan Singapura turut hadir, membuat festival ini menjadi ruang pertemuan bagi pencinta musik dari berbagai latar belakang.

Dari jajaran internasional, Neck Deep dari Inggris, Nusantara Beat dari Belanda, dan JET dari Australia menjadi sejumlah headliner yang tampil di festival.

Mereka hadir bersama deretan musisi Indonesia, antara lain Tulus, Bernadya, Hadad Alwi, Hindia, .Feast, Alkateri, Mahalini, Perunggu, King Nassar, Lomba Sihir, The Adams, Efek Rumah Kaca, For Revenge, Raisa, Yura Yunita, Naykilla, Tenxi, dan sejumlah nama lainnya.

Lebih dari 120 musisi tampil secara bergantian di tujuh panggung selama tiga hari.

Tak hanya mengandalkan penampilan solo, The Sounds Project Vol. 9 juga menghadirkan sejumlah kolaborasi dan special performance.

The Changcuters, Nidji, dan Vierratale membawa kembali nuansa musik era 2000-an. Pee Wee Gaskins dan Rocket Rockers tampil dalam kolaborasi, sementara J-Rocks menghadirkan Tribute to L’Arc-en-Ciel.

Bilal Indrajaya dan G-Pluck mengajak penonton bernyanyi bersama melalui lagu-lagu The Beatles. Kolaborasi spontan juga muncul ketika Rizky Febian tampil bersama Mahalini dan Adrian Khalif.

Penampilan Teenage Death Star juga menghadirkan kolaborasi bersama The Panturas, sementara Monkey Boots berkolaborasi dengan Wancoy dari Grindboys.

Tahun ini, festival juga menghadirkan Special Set dari Barasuara, Raisa, dan Isyana Sarasvati yang memberikan pengalaman berbeda dibandingkan penampilan reguler mereka.

Menatap The Sounds Project Berikutnya

Setelah tiga hari pertunjukan, perjalanan The Sounds Project Vol. 9 pun berakhir. Bagi penyelenggara, jumlah penampil dan pengunjung menjadi bagian dari perjalanan panjang festival yang bermula dari lingkungan kampus pada 2015.

Founder & CEO The Sounds Project Gerhana Banyubiru mengatakan evaluasi akan dilakukan setelah penyelenggaraan tahun ini sebagai bagian dari persiapan festival berikutnya.

“Tidak ada festival yang sempurna. Tahun ini The Sounds Project Vol. 9 telah selesai. Terima kasih untuk seluruh audience yang sudah datang, luar biasa dan benar-benar di luar ekspektasi kami selaku promotor. Kami akan beristirahat sejenak, mengevaluasi festival tahun ini, dan mulai mempersiapkan sesuatu yang lebih baik untuk tahun depan. Kayanya sih, line-up lokal maupun internasional lebih banyak untuk tahun depan.”

Sembilan volume dan sebelas tahun perjalanan membuat The Sounds Project berkembang lebih dari sekadar acara musik. Dari sebuah kegiatan kampus dengan satu panggung, festival ini tumbuh menjadi ruang pertemuan musisi, penonton, komunitas, mahasiswa, pekerja kreatif, dan berbagai pihak dalam industri musik.

Melalui tema “Beyond Memories”, The Sounds Project Vol. 9 kembali meninggalkan pengalaman bagi para pengunjungnya—bukan hanya melalui musik yang dimainkan di atas panggung, tetapi juga melalui kolaborasi, keterlibatan generasi muda, komunitas, serta upaya menghadirkan festival yang lebih berkelanjutan. (Hen)

Previous articleAkun Instagram Denny Sumargo Dipenuhi Curhat Nyesek Penonton “Baby Udon”: “Abang Bikin Kami Mau Berjuang Lagi”
Next articleUNB Menuju Industrial University, Perkuat Hilirisasi Riset dan Ekosistem Kewirausahaan