Monday, 14 September 2026
Home Event Festival Ratu dan Raja Buah 2026 Dorong Buah Lokal Bogor Naik Kelas...

Festival Ratu dan Raja Buah 2026 Dorong Buah Lokal Bogor Naik Kelas ke Pasar Global

0
2
Festival Ratu dan Raja Buah 2026 Dorong Buah Lokal Bogor Naik Kelas ke Pasar Global

KitaBogor – Buah lokal tidak hanya menjadi bagian dari kekayaan pangan daerah, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Potensi tersebut terus didorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui penguatan sektor pertanian, khususnya hortikultura.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Festival Ratu dan Raja Buah Kabupaten Bogor Tahun 2026 yang digelar di Pasar Petani Garuda, Minggu (13/9/2026).

Mewakili Bupati Bogor Rudy Susmanto, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bogor, Bambang Widodo Tawekal, mengatakan festival ini menjadi wadah untuk mempertemukan petani dengan konsumen sekaligus memperkuat ekosistem agribisnis buah lokal.

Menurutnya, festival tidak seharusnya berhenti sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kegiatan tersebut perlu menjadi ruang edukasi, promosi, sekaligus memperluas jejaring antara petani, pelaku usaha, konsumen, dan berbagai pemangku kepentingan.

“Kita ingin produk buah lokal Bogor semakin dikenal, memiliki nilai jual yang lebih baik, dan mampu memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan para petani,” ujar Bambang.

Kabupaten Bogor dinilai memiliki potensi agroklimat yang mendukung pengembangan berbagai komoditas hortikultura. Di antara buah tropis yang menjadi unggulan adalah durian lokal dan manggis.

Kedua komoditas tersebut memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat, terutama petani di wilayah pedesaan. Di sisi lain, durian dan manggis Bogor juga memiliki peluang untuk dikembangkan agar mampu bersaing tidak hanya di pasar domestik, tetapi juga pasar internasional.

Untuk mewujudkan potensi tersebut, peningkatan kapasitas petani dan Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) menjadi salah satu bagian penting. Pengetahuan mengenai budidaya dan pembibitan yang baik diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas sekaligus produktivitas buah lokal.

Bambang mengatakan, penguatan kualitas perlu berjalan beriringan dengan penguatan citra produk agar buah lokal Bogor semakin dikenal masyarakat.

“Branding dan popularitas durian lokal serta manggis Bogor harus terus diperkuat. Ketika kualitas meningkat dan pasar semakin mengenal produk kita, maka nilai jualnya juga akan meningkat. Ini yang harus kita dorong bersama,” jelasnya.

Peluang buah lokal Bogor untuk memasuki pasar global juga telah ditunjukkan melalui keberhasilan ekspor perdana 48 ton durian beku senilai Rp5,1 miliar ke Tiongkok pada akhir tahun lalu.

Capaian tersebut menjadi salah satu bukti bahwa komoditas hortikultura Kabupaten Bogor memiliki peluang untuk bersaing di pasar internasional. Namun, keberhasilan itu dinilai perlu dilanjutkan dengan peningkatan produktivitas, standar kualitas, serta inovasi, termasuk dalam pengembangan produk olahan.

“Capaian ekspor tersebut jangan berhenti sebagai sebuah prestasi, tetapi menjadi titik awal untuk melangkah lebih jauh. Kita ingin buah lokal Bogor menjadi raja di negeri sendiri sekaligus primadona di mancanegara,” tegasnya.

Di tengah peluang ekspor tersebut, Pemkab Bogor juga melihat pentingnya memperkuat pasar dalam negeri. Masyarakat didorong untuk semakin mencintai dan mengonsumsi buah tropis lokal sehingga produk petani memiliki pasar yang kuat di daerah sendiri.

Langkah tersebut sekaligus diharapkan dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap buah impor. Dan memberikan ruang yang lebih besar bagi produk hortikultura lokal.

Karena itu, pengembangan sektor buah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendirian. Sinergi antara pemerintah, petani, penyuluh, pelaku usaha, Paguyuban Pasar Petani Garuda, Forum Komunikasi P4S, serta berbagai pihak terkait perlu terus diperkuat.

Bagi petani, pasar yang semakin luas berarti peluang untuk meningkatkan pendapatan. Sementara bagi daerah, berkembangnya komoditas hortikultura dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi kerakyatan sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Dengan semangat gotong royong dan keberpihakan yang nyata kepada petani, Pemkab Bogor optimistis sektor pertanian dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

“Sekaligus menjadi penghasil komoditas hortikultura yang berdaya saing tinggi,” pungkas Bambang. (Mur)

Previous articleMendengar Mendongeng Hadir di Taman Siliwangi, Pemkab Bogor Ciptakan Ruang Kreatif Ramah Anak
Next articlePemkot dan DPRD Bogor Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2026, Sesuaikan Anggaran dengan Kondisi Fiskal