Sunday, 13 September 2026
Home Nasional Kementerian Ekraf Pulihkan Trauma Anak Pascabencana di Pariaman Lewat Seni Rupa

Kementerian Ekraf Pulihkan Trauma Anak Pascabencana di Pariaman Lewat Seni Rupa

0
5
Kementerian Ekraf Pulihkan Trauma Anak Pascabencana di Pariaman Lewat Seni Rupa

KitaBogor – Seni rupa menjadi ruang bagi anak-anak Kota Pariaman untuk mengekspresikan perasaan sekaligus membangun kembali kepercayaan diri setelah mengalami dampak bencana.

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) melalui Direktorat Seni Rupa dan Seni Pertunjukan melibatkan 100 siswa SD dan SMP Kota Pariaman dalam kegiatan SHOWCASE bertajuk “Melukis bersama Asosiasi dan Anak-Anak”.

Kegiatan tersebut berlangsung pada 4–6 September 2026 di Monumen Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) Marinir, Pantai Gandoriah, Kota Pariaman.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Ekraf Peduli yang menjadikan seni rupa sebagai sarana pemulihan psikososial, ruang aman untuk berekspresi, sekaligus wadah membangun kepercayaan diri anak-anak pascabencana.

“Mengapresiasi SHOWCASE di Kota Pariaman yang telah menghadirkan ruang aman bagi anak-anak untuk berekspresi dan pulih melalui seni. Ini adalah contoh aktivasi ekonomi kreatif yang hadir menjawab kebutuhan kemanusiaan sekaligus menumbuhkan konsistensi karakter anak yang lebih percaya diri,” ujar Menteri Ekraf.

Program tersebut juga menjadi bagian dari pelaksanaan Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Renduk PRRP) Sumatera yang terintegrasi dan tepat sasaran.

100 Lukisan Menjadi Media Pemulihan

Sebanyak 100 lukisan yang dipamerkan dalam SHOWCASE menjadi bagian dari proses pemulihan anak-anak yang terdampak bencana Sumatera akhir tahun lalu.

Aktivitas melukis digunakan sebagai bentuk terapi ekspresif yang membantu anak menyalurkan perasaan. Membangun rasa aman dan tenang, serta memperkuat interaksi sosial yang positif.

Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Yuke Sri Rahayu, mengatakan. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa seni rupa memiliki peran yang lebih luas dalam kehidupan masyarakat.

SHOWCASE ini adalah bukti bahwa seni rupa memiliki peran strategis dalam ekonomi kreatif, bukan hanya sebagai produk budaya. Tetapi juga sarana pemulihan dan pemberdayaan. Anak-anak Pariaman telah menunjukkan bahwa kreativitas dapat menjadi energi untuk bangkit dan beradaptasi setelah bencana,” ungkap Yuke.

Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Dadam Mahdar menambahkan. 100 karya yang ditampilkan bukan sekadar hasil aktivitas melukis, tetapi menjadi simbol harapan bagi anak-anak.

“Program Melukis bersama Asosiasi dan Anak-Anak merupakan wujud nyata komitmen Direktorat Seni Rupa dan Seni Pertunjukan dalam menghadirkan seni sebagai ruang pemulihan psikososial bagi anak-anak pascabencana. Hari ini, sebanyak 100 karya yang ditampilkan bukan sekadar lukisan, melainkan simbol harapan baru,” ujar Dadam.

Berawal dari Bootcamp

Sebelum mengikuti SHOWCASE, 100 pelajar dari 42 sekolah negeri dan swasta di empat kecamatan di Kota Pariaman telah mengikuti BOOTCAMP pada 20–22 Agustus 2026.

Kegiatan berlangsung di Balairung Pendopo Dinas Walikota Pariaman. Dan melibatkan pelajar dari Kecamatan Pariaman Utara, Pariaman Tengah, Pariaman Selatan, dan Pariaman Timur.

Dalam proses tersebut, seni digunakan sebagai medium universal untuk membantu anak-anak mengenali perasaan dan menuangkannya dalam bentuk karya visual.

Dengan pendekatan tersebut, pengalaman pascabencana tidak hanya dipandang sebagai sesuatu yang harus dilupakan. Tetapi dapat diolah melalui proses kreatif menjadi sebuah ekspresi.

Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi menilai kegiatan tersebut memberikan ruang penting bagi anak-anak untuk memulihkan diri.

“Program SHOWCASE bukan hanya menghadirkan karya seni yang indah, tetapi juga menjadi ruang pemulihan psikososial bagi anak-anak yang terdampak bencana. Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut sebagai gerakan bersama untuk memperkuat ekosistem seni rupa dan menjadikan Kota Pariaman sebagai pusat kreativitas di Sumatera Barat,” harap Mulyadi.

Seni, Kreativitas dan Harapan Baru

Peresmian SHOWCASE diawali dengan Tari Galombang oleh Sanggar Seni Mustika Minang Kota Pariaman.

Rangkaian kegiatan juga menghadirkan talkshow bersama psikolog anak Rifdha Wahyuni serta para mentor BOOTCAMP, yakni Citra Leonita, Ferdian Ondira Asa, Yon Indra, dan Yosrianto.

Dalam kegiatan tersebut turut diumumkan 10 karya paling inspiratif, terdiri dari lima karya siswa SD dan lima karya siswa SMP. Acara kemudian ditutup dengan penampilan akustik dari Stereo Sound.

Melalui Program Ekraf Peduli, Kementerian Ekraf mendorong proses pemulihan pascabencana agar tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik. Tetapi juga memperhatikan kapasitas, kreativitas, dan kualitas talenta muda.

Di Pariaman, seni rupa menjadi salah satu cara untuk memberikan ruang kepada anak-anak agar dapat mengekspresikan keresahan. Membangun kembali rasa percaya diri, dan menemukan harapan melalui karya.

Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya bersama menuju #SumateraBangkit, dengan masyarakat yang kembali berdaya melalui kreativitas.

Previous articleGWM Wey G9 Hi4 Tampil Perdana di BCA Expo 2026, Hadir dalam Pilihan HEV dan PHEV
Next articleSubaru Indonesia Hadir di BCA Expo 2026, Bawa BRZ STI Signature Edition 1/1 dan Forester