Saturday, 5 September 2026
Home Nasional Dinamika Politik Gen Z Jadi Disertasi, Agust Jovan Latuconsina Raih Gelar Doktor...

Dinamika Politik Gen Z Jadi Disertasi, Agust Jovan Latuconsina Raih Gelar Doktor di UNAIR

0
8
Dinamika Politik Gen Z Jadi Disertasi, Agust Jovan Latuconsina Raih Gelar Doktor di UNAIR

KitaBogor – Dinamika politik Generasi Z atau Gen Z menjadi perhatian Agust Jovan Latuconsina dalam penelitian doktoralnya di Universitas Airlangga (UNAIR).

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat tersebut mengangkat tema tantangan dan dinamika politik Gen Z dalam disertasi berjudul “Pengaruh Demokrasi Digital, Literasi Politik, dan Post Truth Politics Terhadap Partisipasi Politik Generasi Z Pada Pemilu 2024 di Indonesia.”

Disertasi tersebut dipresentasikan dalam sidang promosi doktor yang berlangsung pada Kamis, 3 September 2026.

Dalam penelitiannya, Jovan menyoroti pentingnya partai politik memahami karakter dan dinamika pemilih muda. Menurutnya, kelompok Gen Z memiliki posisi strategis karena jumlahnya cukup besar dalam komposisi pemilih.

Ia menjelaskan, pengalaman pada Pemilu 2024 menunjukkan semakin besarnya keterlibatan Gen Z dalam ruang politik, terutama di tengah berkembangnya demokrasi digital dan penggunaan media sosial.

Literasi Politik Jadi Tantangan

Jovan menilai peningkatan partisipasi politik anak muda perlu diikuti dengan penguatan literasi politik.

Menurutnya, keterlibatan Gen Z dalam politik perlu dibarengi kemampuan untuk memahami informasi secara kritis agar tidak mudah terjebak dalam disinformasi, politik identitas maupun fenomena post-truth politics.

Persoalan tersebut menjadi semakin relevan karena ruang digital telah menjadi salah satu tempat utama bagi generasi muda memperoleh dan bertukar informasi politik.

Jovan memandang dinamika tersebut akan terus berlanjut menuju Pemilu 2029. Bahkan, peran Gen Z diperkirakan tidak hanya sebagai pemilih, tetapi juga semakin banyak terlibat sebagai aktor dalam kompetisi politik.

Karena itu, partai politik dinilai perlu memberikan perhatian lebih besar kepada kelompok pemilih muda, termasuk melalui program dan pendekatan politik yang relevan dengan karakter generasi tersebut.

Pengalaman Politik dan Akademik

Ketertarikan Jovan terhadap politik Gen Z juga tidak terlepas dari aktivitasnya sebagai politisi. Ia mendorong Partai Demokrat untuk menghadirkan berbagai program yang dapat menjangkau dan menarik minat pemilih muda.

Di tengah aktivitas politik tersebut, Jovan juga menjalankan tugas sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Tim guru besar UNAIR yang menguji disertasinya memberikan apresiasi terhadap penelitian tersebut. Sidang promosi kemudian mengantarkan Jovan resmi menyandang gelar doktor ilmu politik.

Sidang terbuka promosi doktor tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat negara dan elite Partai Demokrat. Di antaranya Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Transmigrasi, Menteri Ekonomi Kreatif, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Herman Khaeron dan sejumlah tokoh lainnya.

Kehadiran para tokoh tersebut turut memberikan perhatian terhadap isu yang diangkat Jovan. Terutama mengenai perubahan lanskap politik dan meningkatnya peran generasi muda.

Dari Militer ke Dunia Politik

Sebelum aktif di dunia politik, Jovan memiliki latar belakang sebagai perwira TNI Angkatan Darat.

Karier militernya dimulai sebagai Komandan Peleton di Batalyon Infanteri 132/Bima Sakti, jajaran Kodam I/Bukit Barisan, pada 2002–2006. Ia kemudian dipercaya menduduki sejumlah posisi, antara lain Perwira Seksi 2 Operasi serta Komandan Kompi Senapan B di satuan yang sama.

Pada 2008, ketika berpangkat kapten, Jovan mengikuti Maneuver Captain Career Course (MCCC) di Fort Benning, Georgia, Amerika Serikat, selama tujuh bulan.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan S2 Program Studi Manajemen Pertahanan di Universitas Pertahanan dan lulus pada Mei 2012.

Jovan juga pernah bertugas di Pusat Kesenjataan Infanteri Bandung. Serta bergabung dengan Staf Kepresidenan RI Bidang Komunikasi Strategis pada 2013–2014.

Setelah itu, ia mengikuti pendidikan Sekolah Staf dan Komando di Nanjing Army Command College, Tiongkok. Dan meraih predikat Excellent Student sebagai salah satu siswa terbaik dari kalangan peserta luar negeri.

Sepulang dari pendidikan tersebut, Jovan dipercaya sebagai Kepala Bagian Perencanaan Pendidikan Akmil pada 2015–2016. Ia kemudian menjabat sebagai Kepala Staf Pribadi Pangkostrad dan selanjutnya menjadi Komandan Batalyon Infanteri Raider 323 Divisi I Kostrad yang dikenal sebagai Batalyon Buaya Putih.

Pada awal 2019, Jovan memilih pensiun dini setelah sekitar 19 tahun berkarier di militer untuk memasuki dunia politik.

Ia kemudian bergabung dengan Partai Demokrat dan kini dipercaya sebagai Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat.

Dengan latar belakang militer, pengalaman politik dan pendidikan akademik. Jovan kini menempatkan isu generasi muda sebagai salah satu perhatian dalam perjalanan politiknya.

Penelitian mengenai Gen Z tersebut juga menjadi pijakan akademik untuk membaca bagaimana generasi yang tumbuh bersama teknologi digital akan semakin menentukan arah politik Indonesia, terutama menjelang Pemilu 2029. (Red)

Previous articleEra Baru Pizza Hut Indonesia, Feed Good Times Hadir Lewat Kolaborasi dengan Diskoria
Next articleKamis Pagi Berjiwa Pramuka, SMP dan SMK Triwijaya Tanamkan Karakter Disiplin dan Ketauhidan