Wednesday, 2 September 2026
Home Lokal Leuweung Batutulis Bogor Belum Sesuai Konsep Awal, Dedie Rachim Minta Penyesuaian

Leuweung Batutulis Bogor Belum Sesuai Konsep Awal, Dedie Rachim Minta Penyesuaian

0
1
Leuweung Batutulis Bogor Belum Sesuai Konsep Awal, Dedie Rachim Minta Penyesuaian

KitaBogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, meninjau progres pembangunan Leuweung Batutulis, Senin (31/8/2026). Dalam peninjauan tersebut, ia meminta agar pembangunan kembali diselaraskan dengan konsep awal kawasan sebagai hutan kota.

Menurut Dedie, pembangunan yang berjalan saat ini belum sepenuhnya mencerminkan konsep Leuweung Batutulis yang direncanakan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Karena itu, ia meminta adanya penyesuaian agar hasil pembangunan nantinya sesuai dengan kondisi ideal yang sejak awal ingin diwujudkan, yakni kawasan hijau yang dapat menjadi bagian dari ruang terbuka bagi masyarakat.

Saat berada di lokasi, Dedie menyampaikan masukan tersebut kepada perwakilan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta pihak konsultan yang terlibat dalam pembangunan.

Ia menegaskan bahwa konsep awal sebagai hutan kota harus menjadi dasar dalam menentukan berbagai fasilitas maupun penataan kawasan.

“Persepsi awal akan dibangun hutan kota yang namanya Leuweung Batutulis, itu yang harus jadi dasar pelaksanaan pembangunan di sini. Tadi saya melihat kurang tercermin sebagaimana yang disebut Pak Gubernur. Saya menyarankan sebaiknya fasilitas untuk publiknya dikurangi dan area penghijauannya diperbanyak,” tegas Dedie.

Menurutnya, penambahan area hijau dapat dilakukan melalui penanaman lebih banyak pohon dan tanaman yang memiliki nilai estetika. Dengan demikian, karakter kawasan sebagai hutan kota dapat lebih terasa dibandingkan menjadi kawasan yang terlalu banyak dipenuhi fasilitas aktivitas publik.

Dedie juga mengingatkan agar pembangunan tidak memberikan beban berlebihan terhadap kondisi lahan. Hal ini menjadi perhatian karena kawasan tersebut sebelumnya pernah mengalami longsor.

Selain itu, terdapat underpass yang menjadi salah satu jalur aktivitas masyarakat di kawasan tersebut. Kondisi tersebut membuat aspek keamanan dan daya dukung lahan perlu menjadi pertimbangan dalam penataan kawasan.

“Dengan peralihan status dari jalan menjadi area hutan kota, perlu dipikirkan juga lahan parkir para pengunjung. Yang nantinya akan memadati area agar tidak mengganggu dan memenuhi jalanan,” kata Dedie.

Persoalan parkir menjadi salah satu hal yang dinilai perlu dipersiapkan sejak awal. Jika Leuweung Batutulis nantinya menjadi ruang publik yang ramai dikunjungi. Kebutuhan parkir harus diantisipasi agar kendaraan pengunjung tidak menggunakan badan jalan dan mengganggu aktivitas lalu lintas.

Dedie berharap penyesuaian konsep tersebut dapat dilakukan dalam proses pembangunan sehingga Leuweung Batutulis tidak hanya menjadi ruang aktivitas masyarakat, tetapi juga benar-benar menghadirkan kawasan hijau yang memberikan manfaat ekologis sekaligus nilai estetika bagi Kota Bogor.

Dengan memperkuat unsur penghijauan dan menyesuaikan fasilitas publik dengan kondisi lahan, Leuweung Batutulis diharapkan dapat menjadi kawasan hutan kota yang nyaman, aman, dan tetap memiliki karakter lingkungan yang kuat. (Mur)

Previous articleBappenas Luncurkan IMM 2025, Indeks Modal Manusia Indonesia Baru Capai 0,562