KitaBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus memantau perkembangan pembangunan Trase Batutulis untuk memastikan proyek tersebut berjalan sesuai target dan dapat segera dimanfaatkan masyarakat.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, turun langsung meninjau progres pembangunan yang telah berlangsung sekitar empat bulan. Hingga saat ini, pengerjaan mencatat deviasi positif sekitar 6 persen dari target yang telah ditetapkan.
Dalam peninjauan tersebut, Dedie didampingi perwakilan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkot Bogor.
Di lokasi, Dedie melihat langsung sejumlah pekerjaan yang tengah dilakukan, di antaranya pembangunan saluran pembuangan air dan betonisasi jalan.
Menurut Dedie, kondisi cuaca yang cukup mendukung menjadi momentum bagi pelaksana untuk mempercepat pekerjaan. Dengan progres yang berada di atas target, Pemkot Bogor berharap Trase Batutulis dapat segera diselesaikan dan dibuka untuk masyarakat.
“Alhamdulillah ada deviasi positif dan progresnya bagus. Saya mengapresiasi ada deviasi kurang lebih 6 persen dari target 39 persen jadi sekarang hampir mencapai 45 persen,” ujar Dedie, Senin (31/8/2026).
Ia mengatakan, Pemkot Bogor menargetkan jalur tersebut setidaknya sudah dapat dibuka pada awal November 2026.
Meski progres pembangunan terbilang positif, masih terdapat sejumlah hal yang menjadi perhatian. Salah satunya adalah kondisi tanah lempung yang membutuhkan penanganan atau treatment tertentu agar konstruksi dapat berjalan optimal.
Selain itu, terdapat perbedaan lebar antara jalan baru dan jalan lama yang sudah ada. Jalan baru memiliki lebar sekitar 8 meter, sedangkan jalan eksisting lebarnya sekitar 6 meter.
Dedie menilai kondisi tersebut perlu disesuaikan agar tidak menimbulkan penyempitan ketika kedua ruas jalan terhubung.
“Jalan lama perlu dilakukan penyesuaian supaya tidak terjadi penyempitan,” jelasnya.
Pembangunan trotoar dan penyempurnaan sistem drainase juga menjadi bagian yang masih mendapat perhatian. Termasuk pula penyesuaian geometri jalan untuk memastikan akses kendaraan nantinya dapat berjalan dengan baik dan aman.
Terkait kendala pembangunan, Dedie memastikan tidak terdapat persoalan besar yang menghambat pengerjaan. Beberapa penyesuaian memang masih diperlukan, terutama berkaitan dengan radius pada akses jalan masuk dan keluar.
“Jadi kendala yang ada sifatnya minor, bukan masalah yang terlalu berat,” pungkas Dedie.
Dengan progres yang telah mencapai hampir 45 persen dan deviasi positif sekitar 6 persen, Pemkot Bogor berharap pembangunan Trase Batutulis dapat terus dikebut tanpa mengabaikan kualitas konstruksi. Targetnya, akses tersebut dapat mulai dibuka pada awal November 2026. (Mur)


