KitaBogor – Bupati Bogor Rudy Susmanto meminta masyarakat tetap tenang menyikapi proses hukum yang tengah berlangsung di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.
Rudy menegaskan, Pemkab Bogor memberikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk menjalankan tugas sesuai ketentuan yang berlaku. Ia juga mengingatkan seluruh pihak agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum proses hukum selesai.
“Kita tetap kedepankan asas praduga tak bersalah. Biarkan proses hukum berjalan, biarkan aparat penegak hukum melakukan tahapan-tahapan dan langkah-langkahnya,” ujar Rudy kepada wartawan, Senin (31/8/2026).
Menurut Rudy, perkembangan mengenai proses hukum tersebut nantinya akan disampaikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui keterangan resmi. Pemkab Bogor, kata dia, juga mengikuti perkembangan perkara berdasarkan informasi yang disampaikan secara resmi oleh KPK.
Rudy mengimbau masyarakat tidak membangun opini sendiri yang berpotensi menimbulkan keresahan. Ia berharap suasana Kabupaten Bogor tetap kondusif sehingga roda pemerintahan dan pembangunan dapat berjalan sebagaimana mestinya.
“Kalau kita sayang terhadap Kabupaten Bogor, kita ingin Bogornya maju, kita ingin Bogornya terbangun, jangan membuat opini-opini sendiri. Biarkan aparat penegak hukum bekerja tanpa intervensi dari pihak mana pun,” katanya.
Pelayanan Masyarakat Tetap Berjalan
Di tengah proses hukum yang berlangsung, Rudy memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak boleh ikut terdampak.
“Pelayanan tidak boleh terganggu sama sekali,” tegasnya.
Ia mengatakan, Pemkab Bogor tetap menjalankan berbagai program pembangunan dan agenda konektivitas antarwilayah yang telah direncanakan.
Sejumlah proyek konektivitas yang disebut Rudy antara lain pembangunan akses Jalan Tegar Beriman menuju Bojonggede-Kemang serta pengembangan poros baru di wilayah selatan yang mengarah ke Cisarua.
Pemkab Bogor juga terus mendorong peningkatan konektivitas di wilayah barat melalui Jalan Melasari hingga Sukabumi.
Sementara di kawasan Bogor Timur, pemerintah daerah mendorong pengembangan konektivitas, termasuk menghubungkan Transyogi dengan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Rudy menilai pembangunan dan pelayanan publik harus tetap berjalan karena menyangkut kepentingan masyarakat dalam jumlah besar.
“Kasihan masyarakat. Kita jumlah penduduk terbesar se-Indonesia, jangan sampai beberapa persoalan yang ada di Kabupaten Bogor akhirnya membuat penyelenggara pemerintahan yang lain takut untuk melangkah,” ujarnya.
Karena itu, ia mengajak jajaran pemerintahan dan masyarakat untuk tetap optimistis menjalankan aktivitas pembangunan sembari menghormati proses hukum yang sedang berlangsung.
“Kita berikan semangat bersama-sama dan kita hormat kepada proses hukum yang sedang berjalan. Kita sayang Bogor, kita sayang Indonesia,” pungkas Rudy. (Mur)


