KitaBogor – Membangun budaya membaca dan semangat belajar tidak selalu harus dimulai dari ruang kelas formal. Di Kampung Pasirangin, Desa Cipicung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, puluhan anak justru mendapatkan ruang belajar tambahan melalui kegiatan literasi dan kursus gratis setiap pekan.
Sekitar 80 anak mengikuti kegiatan yang digelar di Kompleks Edukasi Putra Bangsa, Minggu (30/8/2026). Program tersebut merupakan bagian dari Gerakan Literasi Putra Bangsa melalui Taman Baca Putra Bangsa.
Kegiatan ini menjadi hasil kolaborasi Daya Putra Bangsa dan Maha Padma Parartha Foundation untuk memperluas akses anak-anak terhadap pendidikan, pengetahuan, keterampilan dasar, sekaligus ruang untuk mengembangkan kreativitas.
Pada pekan ini, anak-anak mengikuti sejumlah kegiatan secara bersamaan. Ada kursus matematika dasar yang dipandu Ahmad Mulyadi, kursus membaca bersama Isti Wuryanti, kursus komputer dasar yang dibimbing Abdul Gani dan Siti Aulia Septiani, mahasiswa STIE Hidayatullah Bogor, serta pelatihan teater di bawah bimbingan Ki Heri Cokro.
Beragam kegiatan tersebut sengaja dibuat tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik. Anak-anak juga diberi kesempatan untuk belajar berkomunikasi, berekspresi, membangun kepercayaan diri, dan mengembangkan kreativitas.
Berbagi Ilmu untuk Anak-anak
Salah seorang relawan Daya Putra Bangsa, Ahmad Mulyadi, mengaku bersyukur dapat ikut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Bagi Mulyadi, mengajar anak-anak bukan sekadar kegiatan sukarela, tetapi juga menjadi bentuk pengabdian dengan berbagi pengetahuan yang dimilikinya.
“Membagi ilmu yang kita miliki bagi saya menjadi sarana ibadah yang harapannya bisa membantu anak-anak untuk meraih prestasi di sekolah, dan itulah kebahagiaan saya saat ini,” ungkapnya.
Di luar aktivitas mengajar, Mulyadi sehari-hari bekerja sebagai karyawan PT Sari Enesis Indah di Ciawi, Bogor.
Gerakan Literasi Menjangkau Dua Lokasi
Gerakan literasi yang dikembangkan Daya Putra Bangsa tidak hanya berlangsung di Cijeruk.
Di Kampung Pancasan, Rancamaya, Kota Bogor, terdapat Taman Baca Putra Bangsa yang dikelola Siti Pitriani bersama tim. Berbagai kegiatan literasi digelar untuk anak-anak maupun masyarakat sekitar.
Sementara di Kampung Pasirangin, Kecamatan Cijeruk, Daya Putra Bangsa juga membina Taman Baca Nyala Aksara.
Keberadaan taman baca tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses terhadap bahan bacaan dan kegiatan pembelajaran di lingkungan masyarakat.
Seluruh kegiatan berada dalam payung Gerakan Literasi Putra Bangsa dengan tema “Gerakan Berantas Malas Baca”.
Memasuki tahun kedua, program tersebut direncanakan berlangsung selama satu tahun, mulai Agustus 2026 hingga Agustus 2027.
Melalui kursus gratis, taman baca, hingga kegiatan pengembangan kreativitas, Daya Putra Bangsa bersama Maha Padma Parartha Foundation ingin membangun kebiasaan belajar yang tumbuh dari lingkungan masyarakat.
Harapannya, anak-anak tidak hanya semakin dekat dengan buku dan kegiatan belajar, tetapi juga memiliki keberanian untuk bermimpi, mengembangkan kemampuan, dan memandang pendidikan sebagai salah satu jalan untuk membangun masa depan. (Ckr03/red)


