Thursday, 27 August 2026
Home Lokal Pembangunan R3 Lanjutan Bogor Capai 8 Persen, Ditargetkan Rampung Tahun Ini

Pembangunan R3 Lanjutan Bogor Capai 8 Persen, Ditargetkan Rampung Tahun Ini

0
1
Pembangunan R3 Lanjutan Bogor Capai 8 Persen, Ditargetkan Rampung Tahun Ini

KitaBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mempercepat pembangunan Regional Ring Road (R3) lanjutan sebagai salah satu upaya mengurai kepadatan lalu lintas di pusat kota.

Ruas yang tengah dikerjakan merupakan segmen Katulampa Buleud atau Simpang Summarecon hingga Katulampa Bendungan dengan panjang sekitar 450 meter.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan pembangunan R3 lanjutan menunjukkan perkembangan positif. Bahkan, progres pekerjaan saat ini telah mencapai 8 persen atau lebih cepat dari target awal sebesar 3 persen.

“Alhamdulillah semua berprogres, ada kemajuan. Insyaallah kalau tidak ada halangan, tahun ini kita selesaikan,” kata Dedie saat meninjau pembangunan tahap awal Jalan R3 Lanjutan, Selasa (25/8/2026).

Pembangunan ruas jalan tersebut dikerjakan PT Ramaijaya Purnasejati dengan masa pelaksanaan selama 150 hari kalender. Proyek ini menggunakan anggaran APBD Kota Bogor sebesar Rp19,4 miliar.

Dedie menyebut, berbagai dinamika yang muncul selama proses pembangunan diselesaikan melalui musyawarah bersama masyarakat. Hal tersebut dilakukan agar pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana sekaligus tetap memperhatikan kondisi warga.

R3 Akan Terhubung hingga Wangun-Ciawi

Setelah ruas Katulampa Bendungan selesai, Pemkot Bogor akan menyiapkan rekomendasi teknis untuk pembangunan jembatan.

Jembatan tersebut dibutuhkan agar jalur dari Katulampa Bendungan dapat tersambung menuju titik akhir di wilayah Sindangrasa dan Sindangsari, Kecamatan Bogor Timur.

Berdasarkan perhitungan teknis sementara, jembatan diperkirakan memiliki panjang sekitar 60 meter dengan sisi kiri dan kanan masing-masing sekitar 10 meter. Setelah jembatan terbangun, pembangunan jalan akan kembali dilanjutkan pada dua wilayah kelurahan.

“Ini harus terus berprogres pembangunannya agar tidak ada persoalan di kemudian hari yang menyebabkan pembangunan akan tambah lama,” ujar Dedie.

Menurutnya, keterhubungan jaringan R3 akan memberikan dampak besar terhadap mobilitas masyarakat. Jalur tersebut diharapkan mampu mengurangi kendaraan yang selama ini melintasi pusat Kota Bogor, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi di kawasan sekitar.

Selama ini, kendaraan dari arah Cibinong maupun Dramaga yang menuju Ciawi, Sukabumi dan Puncak masih banyak melintas melalui pusat kota, termasuk Jalan Raya Tajur.

Nantinya, kendaraan dapat memanfaatkan jalur dari Simpang Jambu Dua menuju R3 hingga Wangun-Ciawi, sehingga arus kendaraan dapat terbagi dan tekanan lalu lintas di pusat kota berkurang.

Pengerasan Pondasi Tengah Dikerjakan

Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, mengatakan. Pekerjaan yang sedang dilakukan saat ini memasuki tahap pengerasan konstruksi dasar atau pondasi jalan.

“Pengerasan untuk konstruksi dasar atau pondasi sedang berprogres. Setelah itu baru nanti dilakukan pengecoran seperti jalan sebelumnya menggunakan konstruksi rakitan,” kata Esti.

Ia menambahkan, terbukanya akses R3 nantinya tidak hanya memberikan kemudahan mobilitas. Tetapi juga berpotensi mendorong perkembangan hunian dan aktivitas ekonomi di sepanjang jalur.

Namun, fungsi utama pembangunan R3 tetap diarahkan untuk memecah kepadatan lalu lintas di pusat Kota Bogor.

“Intinya bahwa dengan adanya fasilitas di R3 ini akan tembus nanti Wangun, itu adalah untuk memecah kondisi kemacetan di pusat kota,” pungkasnya. (Mur)

Previous articleFestival Mendongeng Suara Nusantara 2026 Hadir di Bogor, Angkat Cerita Rakyat Jawa Barat