Home Lokal 18 Sekolah dari Bogor Ikuti Kejuaraan Renang Pelajar Jabodetabek, 19 Atlet Turun...

18 Sekolah dari Bogor Ikuti Kejuaraan Renang Pelajar Jabodetabek, 19 Atlet Turun Bertanding

0
1
18 Sekolah dari Bogor Ikuti Kejuaraan Renang Pelajar Jabodetabek, 19 Atlet Turun Bertanding

KitaBogor – Pembinaan olahraga renang di wilayah Bogor mendapat ruang dalam Kejuaraan Renang Antar Pelajar Jabodetabek Short Course 2026. Sebanyak 18 sekolah dengan 19 atlet dari Kabupaten dan Kota Bogor ambil bagian dalam kompetisi yang digelar Klub Olahraga Prestasi Renang Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada 8 Agustus 2026.

Berdasarkan data peserta, Kabupaten Bogor mengirimkan 15 sekolah dengan 15 atlet, sedangkan Kota Bogor diwakili 3 sekolah dengan 4 atlet. Mereka bersaing dengan ratusan pelajar dari berbagai wilayah Jabodetabek dalam nomor renang format short course 25 meter.

Secara keseluruhan, Kejuaraan Renang Antar Pelajar Jabodetabek Short Course 2026 diikuti 402 sekolah dan 426 atlet.

Jakarta Selatan menjadi wilayah dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 114 sekolah dan 125 atlet. Kemudian Jakarta Timur mengirimkan 98 sekolah dan 104 atlet, Jakarta Pusat 37 sekolah dan 37 atlet, Jakarta Utara 31 sekolah dan 32 atlet, Kota Depok 30 sekolah dan 30 atlet, serta Kota Bekasi 28 sekolah dan 30 atlet.

Sementara itu, Jakarta Barat mengirimkan 25 sekolah dan 26 atlet, Tangerang Selatan 15 sekolah dan 16 atlet, Kabupaten Bogor 15 sekolah dan 15 atlet, Tangerang 4 sekolah dan 5 atlet, Kota Bogor 3 sekolah dan 4 atlet, serta Kabupaten Bekasi 2 sekolah dan 2 atlet.

Keikutsertaan atlet dari Bogor menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman bertanding sekaligus mengukur perkembangan kemampuan perenang muda. Kompetisi lintas wilayah juga memberikan kesempatan bagi atlet untuk berhadapan dengan peserta dari daerah lain dalam pertandingan yang memiliki standar teknis terukur.

Dosen Pembimbing Klub Olahraga Prestasi Renang UNJ, Prof. Dr. Abdul Sukur, mengatakan besarnya antusiasme peserta menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap pembinaan atlet renang masih sangat tinggi.

“Besarnya animo masyarakat atau orang tua atlet mendaftarkan putra-putrinya tampil dalam kejuaraan ini membuktikan. Bahwa keinginan melahirkan atlet renang nasional cukup besar sekali,” kata Abdul Sukur.

Menurutnya, Kejuaraan Renang Pelajar telah diselenggarakan sejak 2017. Kompetisi tersebut hadir sebagai respons terhadap terbatasnya wadah pertandingan antarpelajar yang profesional, akuntabel, dan berkelanjutan, khususnya di DKI Jakarta dan sekitarnya.

Selama sembilan tahun penyelenggaraan, kompetisi tersebut turut menjadi bagian dari perjalanan sejumlah atlet. Yang kemudian mampu meraih prestasi di tingkat internasional.

Beberapa di antaranya adalah Jason Donovan Yusuf yang meraih dua medali emas SEA Games 2025, Farras Satrio Aris Sugianto yang meraih medali perak SEA Games 2025 cabang modern pentathlon, serta Rezabakti Mulia yang juga meraih medali perak SEA Games 2025.

“Kompetisi yang berkualitas adalah fondasi utama dalam menciptakan regenerasi atlet yang kompetitif, tangguh, dan berdaya saing global,” ujarnya.

Pada penyelenggaraan kali ini, cakupan kompetisi diperluas ke wilayah Jabodetabek dengan menggunakan format short course 25 meter. Kejuaraan juga diarahkan sebagai ajang prestasi, bukan sekadar festival olahraga.

Sistem pertandingan didukung Electronic Timing System dan technical official dengan standar nasional maupun internasional. Dengan sistem tersebut, atlet dapat memperoleh catatan waktu yang valid dan dapat digunakan sebagai bahan evaluasi perkembangan prestasi.

Bagi atlet dari Kabupaten dan Kota Bogor, keikutsertaan dalam kompetisi ini menjadi kesempatan. Untuk menguji kemampuan di tengah persaingan perenang muda dari berbagai wilayah.

Tidak hanya mengejar podium, pengalaman bertanding juga menjadi bagian penting dalam membangun mental, kedisiplinan, sportivitas. Serta keberanian atlet untuk menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.

Kejuaraan ini juga diarahkan untuk membangun jalur pembinaan yang berjenjang. Menyediakan basis data prestasi atlet, sekaligus menjadi jembatan dari level pelajar menuju kompetisi elite.

Dengan semakin terbukanya ruang kompetisi bagi atlet muda, keikutsertaan sekolah-sekolah dari Bogor diharapkan dapat ikut memperkuat ekosistem pembinaan renang di daerah.

Dari kompetisi seperti inilah bibit-bibit atlet dapat dipantau, dievaluasi, dan dikembangkan secara lebih terukur. Harapannya, perenang muda dari Bogor tidak hanya berprestasi di tingkat pelajar. Tetapi mampu berkembang hingga menjadi bagian dari regenerasi atlet renang nasional. (Hen)

Previous articleJogja Fashion Week 2026 Perkuat Ekosistem Fashion Berbasis Budaya, UMKM Sawit Ikut Unjuk Produk