Home Lokal Wali Kota Bogor Dorong Pendidikan Lebih Selaras dengan Kebutuhan Dunia Kerja

Wali Kota Bogor Dorong Pendidikan Lebih Selaras dengan Kebutuhan Dunia Kerja

0
4
Wali Kota Bogor Dorong Pendidikan Lebih Selaras dengan Kebutuhan Dunia Kerja

KitaBogor – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mendorong adanya penguatan peran Dewan Pendidikan dan komite sekolah untuk menjawab berbagai tantangan pendidikan di Kota Bogor, khususnya dalam menyesuaikan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja.

Hal tersebut disampaikan Dedie dalam Sarasehan Pendidikan Kota Bogor 2026 yang digelar di Gedung PPM, Jalan Binamarga, Kamis (20/8/2026).

Mengusung tema “Optimalisasi Fungsi Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah”, sarasehan tersebut menjadi ruang untuk menghimpun berbagai masukan, usulan, serta inovasi dalam pengembangan sektor pendidikan di Kota Bogor.

Dedie mengatakan, pembahasan mengenai pendidikan pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan proses pembelajaran, tetapi juga bagaimana pendidikan mampu melahirkan generasi yang dapat memperbaiki kehidupan keluarga dan bangsa.

Menurutnya, hal tersebut menjadi bagian dari upaya mempersiapkan generasi menuju Indonesia Emas.

Namun, masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian bersama, mulai dari pengangguran terbuka, anak putus sekolah, hingga angka rata-rata lama sekolah.

Salah satu tantangan yang perlu dijawab adalah sejauh mana pendidikan yang tersedia saat ini telah sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan industri di Kota Bogor.

“Apakah matching antara pendidikan dengan dunia pekerjaan? Apakah memang pendidikan yang ada di Bogor menjawab kebutuhan industri maupun kebutuhan riil dari bidang-bidang usaha yang ada di Bogor? Jadi memang ini sebuah pertanyaan besar yang harus nanti dijawab juga oleh dewan pendidikan pada sarasehan ini,” ungkap Dedie.

Pendidikan Perlu Selaras dengan Kebutuhan Industri

Dedie menekankan pentingnya membangun kesesuaian antara supply pendidikan dan demand atau kebutuhan dunia kerja.

Menurutnya, pendidikan perlu merespons kebutuhan nyata di lapangan sehingga lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan peluang pekerjaan yang tersedia.

Untuk mengatasi persoalan anak putus sekolah, misalnya, pemerintah dapat memanfaatkan program Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Pendataan di tingkat RT dan RW dinilai penting untuk mengetahui anak-anak yang membutuhkan intervensi pendidikan.

Sementara itu, persoalan pengangguran terbuka dapat diatasi dengan mendorong pencari kerja masuk ke sektor yang sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan industri.

Dedie mencontohkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang memiliki kebutuhan tenaga kerja, seperti kafe, restoran, hotel, hingga industri hiburan.

“Jadi bisa penyalurannya ke industri yang tepat. Kan kebutuhannya tadi saya sampaikan ada kebutuhan di kafe, restoran, hotel, hiburan. Nah, jangan-jangan yang dibutuhkan bukan penjahit, jangan-jangan yang dibutuhkan bukan juru las, tapi jangan-jangan yang dibutuhkan adalah barista,” ujarnya.

Ia juga menyebut bidang hospitality seperti housekeeping sebagai salah satu contoh kompetensi yang dapat disiapkan sesuai kebutuhan riil industri.

Menurut Dedie, jangan sampai pendidikan berjalan tanpa keterhubungan dengan kebutuhan pekerjaan yang tersedia di masyarakat.

Bekali Pelajar dengan Bahasa Asing

Selain kompetensi teknis, Dedie juga mendorong agar para pelajar mendapatkan kemampuan bahasa asing.

Kemampuan tersebut dinilai semakin penting karena sejumlah negara saat ini menghadapi kekurangan penduduk usia produktif.

Dengan penguasaan bahasa asing dan kompetensi yang sesuai. Peluang kerja bagi lulusan tidak hanya terbuka di tingkat Kota Bogor atau Indonesia, tetapi juga di tingkat regional hingga internasional.

“Sehingga peluang-peluang di tingkat daerah, regional, nasional, hingga internasional bisa diisi oleh angkatan kerja dari Indonesia maupun daerah,” kata Dedie.

Melalui sarasehan tersebut, Pemerintah Kota Bogor berharap optimalisasi fungsi Dewan Pendidikan dan komite sekolah dapat mendorong lahirnya kebijakan serta inovasi pendidikan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia kerja. (Mur)

Previous articleThe Art of Gifting Pullman Jakarta Central Park, Mooncake Elegan untuk Berbagi Kebahagiaan
Next articleIDN Event Raih Bronze Medal Marketing Events Awards 2026 lewat Kolaborasi Bersama Shell Indonesia