KitaBogor – Tiga puluh tahun bukan sekadar penanda usia bagi ESMOD Jakarta. Dalam perjalanan sejak 1996, institusi pendidikan fashion tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan sejumlah talenta kreatif Indonesia yang kemudian tumbuh menjadi desainer, entrepreneur, profesional industri, hingga pelaku ekonomi kreatif.
Memasuki usia tiga dekade, ESMOD Jakarta kini membuka babak baru melalui Global Mobility Pathway. Program ini dirancang untuk mempertemukan pengalaman pendidikan di Jakarta dengan lingkungan fashion internasional melalui jaringan ESMOD di Prancis, Tokyo, Dubai, dan Seoul.
Melalui skema tersebut, mahasiswa dapat memulai perjalanan pendidikannya di Jakarta sebelum melanjutkan studi di salah satu kampus ESMOD dalam jaringan internasional.
Bagi ESMOD Jakarta, kesempatan berpindah lingkungan belajar bukan sekadar persoalan geografis. Ada pengalaman lintas budaya, cara kerja industri yang berbeda, jaringan baru, sekaligus kesempatan untuk melihat kembali identitas kreatif Indonesia dari perspektif yang lebih luas.
Ketika Talenta Lokal Berhadapan dengan Dunia Global
Industri fashion semakin sulit dipisahkan dari dinamika global. Tren bergerak cepat, kolaborasi lintas negara semakin terbuka, sementara seorang talenta kreatif dituntut bukan hanya mampu menghasilkan karya, tetapi juga memahami konteks budaya dan pasar tempat karya tersebut hadir.
Global Mobility Pathway dirancang dalam konteks tersebut.
Mahasiswa ESMOD Jakarta mendapatkan kesempatan untuk merasakan lingkungan pendidikan fashion yang berbeda, memperluas perspektif kreatif, memahami dinamika industri internasional, serta membangun koneksi yang dapat menjadi bagian dari perjalanan karier mereka.
Namun, pengalaman internasional tersebut tidak diarahkan untuk membuat mahasiswa melupakan akar lokal.
Justru sebaliknya. Pengalaman di luar negeri diharapkan menjadi ruang untuk melihat kembali potensi Indonesia dengan cara pandang yang lebih luas.
Kain tradisional, teknik kerajinan, budaya, hingga kekayaan kreatif Nusantara dapat menjadi sumber inspirasi yang dibawa ke dalam percakapan fashion global.
Pada saat yang sama, program ini juga membuka kesempatan bagi mahasiswa dari jaringan ESMOD International untuk belajar di Jakarta. Pertukaran dua arah tersebut membuat ruang belajar menjadi lebih beragam sekaligus membuka kesempatan bagi talenta internasional untuk mengenal Indonesia secara lebih dekat.
Tiga Dekade Membentuk Talenta Fashion
Sejak berdiri di Indonesia pada 1996, ESMOD Jakarta telah menghasilkan kurang lebih 1.000 lulusan.
Sebagian dari mereka kemudian membangun nama melalui berbagai jalur di industri fashion dan kreatif.
Sapto Djojokartiko dan Ria Miranda menjadi contoh alumni yang mengembangkan brand dengan jaringan toko di berbagai wilayah Indonesia. Hian Tjen tumbuh sebagai salah satu desainer ternama yang karyanya dikenakan sejumlah figur publik.
Sementara itu, Yogie Pratama membawa karyanya ke ruang yang lebih luas, termasuk melalui karya custom yang dikenakan Christina Aguilera.
Jejak tersebut kemudian diteruskan oleh generasi alumni berikutnya. Beatrice Angelica dan Gabriel Marcella, misalnya, mulai membangun koneksi dan kolaborasi internasional melalui kerja sama dengan desainer dari Prancis.
Bagi ESMOD Jakarta, perjalanan para alumni tersebut menunjukkan bahwa pendidikan tidak berhenti di ruang kelas. Pengetahuan dapat berkembang menjadi karya, brand, kolaborasi, sekaligus kontribusi terhadap industri kreatif.
Chief Marketing Officer ESMOD Jakarta, Suryo Danuwinoto, mengatakan Global Mobility Pathway menjadi kelanjutan dari upaya tersebut.
“Global Mobility Pathway merupakan langkah lanjutan dari perjalanan ESMOD Jakarta selama 30 tahun dalam mempersiapkan talenta fashion Indonesia. Kami ingin mahasiswa tidak hanya siap memasuki industri global, tetapi juga mampu membawa perspektif, kreativitas, dan identitas Indonesia ke dalam ekosistem fashion internasional.”
Keluar dari Ruang yang Familiar
Ada proses pembelajaran yang tidak selalu bisa diperoleh hanya dari ruang kelas.
Berada di lingkungan baru membuat mahasiswa harus berhadapan dengan cara berpikir, budaya, kebiasaan, dan pola kerja yang berbeda. Proses adaptasi tersebut menjadi bagian penting dari pembentukan seorang talenta kreatif.
Deputy Director of Academic Programs ESMOD Jakarta, Guillaume Oger, melihat perpindahan lingkungan sebagai kesempatan untuk mendorong mahasiswa keluar dari zona yang familiar.
“Ketika mahasiswa berpindah lingkungan, mereka juga dipaksa untuk keluar dari cara berpikir yang familiar. Di situlah pembelajaran terjadi. Mereka belajar membaca budaya, beradaptasi dengan cara kerja yang berbeda, dan menemukan bagaimana identitas kreatif Indonesia dapat diterjemahkan dalam konteks internasional.”
Dengan demikian, Global Mobility Pathway bukan hanya tentang belajar di Prancis, Tokyo, Dubai, atau Seoul. Lebih jauh, program tersebut menjadi proses untuk memahami bagaimana seorang talenta Indonesia dapat membaca dunia tanpa kehilangan konteks asalnya.
Membawa Indonesia dalam Percakapan Fashion Dunia
Bagi mahasiswa, kesempatan tersebut juga menjadi cara untuk menguji sejauh mana kreativitas mereka dapat berkembang ketika berhadapan dengan lingkungan yang berbeda.
Maica Arjun, mahasiswa ESMOD Jakarta jurusan Fashion Design 2024, melihat pengalaman internasional sebagai kesempatan untuk memperluas perspektif.
“Saya melihat program ini bukan hanya sebagai kesempatan untuk belajar di luar Indonesia, tetapi sebagai kesempatan untuk melihat sejauh mana kreativitas saya dapat berkembang ketika berada di lingkungan yang berbeda. Saya ingin kembali dengan perspektif yang lebih luas, tanpa kehilangan apa yang membuat saya sebagai talenta Indonesia.”
Pernyataan tersebut memperlihatkan satu gagasan penting dalam perjalanan ESMOD Jakarta memasuki usia 30 tahun: globalisasi tidak harus berarti kehilangan identitas.
Sebaliknya, wawasan global dapat menjadi cara baru untuk memahami kekayaan lokal.
Indonesia memiliki kain, teknik kerajinan, tradisi, serta narasi budaya yang luas. Tantangannya adalah bagaimana kekayaan tersebut diterjemahkan menjadi karya yang dapat berbicara kepada dunia tanpa kehilangan cerita yang menjadi asalnya.
Babak Baru ESMOD Jakarta
Setelah tiga dekade hadir di Indonesia, ESMOD Jakarta memasuki fase berikutnya dengan memperluas akses mahasiswa terhadap pengalaman internasional.
Global Mobility Pathway menjadi salah satu upaya untuk mempertemukan pendidikan fashion Indonesia dengan jaringan global. Sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan dari berbagai negara.
Program tersebut pada akhirnya bukan hanya tentang mengirim mahasiswa belajar ke luar negeri. Ada harapan yang lebih panjang: mahasiswa memperoleh pengalaman, membangun jaringan, menemukan perspektif baru, lalu membawa pulang pengetahuan tersebut untuk tumbuh bersama ekosistem fashion Indonesia.
Di tengah industri kreatif yang semakin terkoneksi, kemampuan untuk bergerak di antara identitas lokal dan perspektif global menjadi modal penting.
ESMOD Jakarta ingin menempatkan generasi talenta berikutnya dalam ruang tersebut—cukup terbuka untuk membaca dunia, tetapi tetap memiliki akar yang kuat untuk membawa identitas Indonesia ke dalam panggung fashion global. (Mur)


