Wednesday, 12 August 2026
Home Lokal Akses Jalan Kantor Pemerintahan Terpadu Kota Bogor Mulai Dibangun, Buka Konektivitas Bogor...

Akses Jalan Kantor Pemerintahan Terpadu Kota Bogor Mulai Dibangun, Buka Konektivitas Bogor Timur

0
3
Akses Jalan Kantor Pemerintahan Terpadu Kota Bogor Mulai Dibangun, Buka Konektivitas Bogor Timur

KitaBogor Pembangunan akses jalan menuju kawasan Kantor Pemerintahan Terpadu Kota Bogor di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, resmi dimulai pada Selasa (11/8/2026).

Pembangunan ini menjadi langkah awal untuk membuka akses kawasan yang selama ini dinilai relatif terisolir sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Kota Bogor.

Akses jalan tersebut nantinya menghubungkan wilayah Bogor Utara, Bogor Timur, dan Bogor Selatan. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan tidak hanya mendukung pembangunan kawasan pemerintahan baru, tetapi juga meningkatkan mobilitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Kota Bogor.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan pembangunan akses jalan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mendekatkan visi Kota Bogor sebagai kota modern dan berkelanjutan dengan kenyataan di lapangan.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk melalui kemudahan akses dan fasilitas yang lebih baik.

“Ikhtiar ini juga akan berdampak manfaat pada membangun manusia yang lebih maju, modern dengan segala fasilitas yang dibangun untuk kemudahan, dan tentunya nanti akan segera meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Dedie Rachim.

Terhubung dengan Tol Jagorawi

Akses jalan menuju kawasan Kantor Pemerintahan Terpadu Kota Bogor ini memiliki posisi strategis karena terhubung dengan pintu keluar Tol Jagorawi Bogor Selatan.

Dengan konektivitas tersebut, pembangunan jalan tidak hanya dipersiapkan untuk mendukung kawasan kantor pemerintahan di masa depan, tetapi juga membuka peluang hadirnya berbagai fasilitas publik untuk masyarakat.

Sejumlah fasilitas yang direncanakan antara lain gelanggang olahraga, ruang serbaguna, hingga rumah ibadah.

Gelanggang olahraga menjadi salah satu fasilitas yang dinilai penting karena wilayah Kecamatan Bogor Timur saat ini belum memiliki sarana olahraga yang representatif.

Jalan akses yang dibangun memiliki panjang 1.418 meter dengan lebar 6 x 12 meter. Pengerjaannya ditargetkan berlangsung selama 120 hari.

Jalan tersebut nantinya menjadi salah satu jalur penghubung antarkawasan sekaligus membuka akses wilayah yang sebelumnya dianggap cukup terisolir.

“Jalan ini akan dilengkapi dengan drainase, kemudian juga pedestrian, kanstin, nanti juga akan dilengkapi dengan lampu penerangan, kemudian juga nanti kita akan hijaukan. Jadi semua kita siapkan untuk masa depan Bogor yang lebih baik,” kata Dedie.

Ia menambahkan, pembangunan kawasan pemerintahan terpadu membutuhkan konsistensi dan proses bertahap. Namun, pemerintah optimistis kawasan tersebut nantinya dapat menjadi bagian dari pembangunan Kota Bogor yang lebih representatif.

“Tentu harus konsisten kita laksanakan dengan berbagai tantangan. Insyaallah bertahap, namun akan terwujud juga nanti suatu saat kantor pemerintahan yang representatif untuk Kota Bogor dan warga yang sejahtera,” sambungnya.

Dorong Pertumbuhan Kawasan Bogor Timur

Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, mengatakan pembangunan jalan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pembuka akses. Tetapi juga diproyeksikan menjadi tulang punggung pertumbuhan kawasan di wilayah timur Kota Bogor.

Ada sejumlah manfaat yang diharapkan dari pembangunan infrastruktur tersebut, mulai dari mengurangi kepadatan lalu lintas di sekitar pusat kota, mempercepat mobilitas warga dan logistik antarwilayah, hingga mendorong investasi serta pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang koridor kawasan.

“Jadi yang pertama adalah mengurangi kemacetan di sekitar pusat kota. Yang kedua, mempercepat mobilitas warga dan logistik antarwilayah. Yang ketiga, mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang koridor dan kawasan ini,” ujarnya.

Pemkot Bogor Gandeng Swasta

Dalam kegiatan peletakan batu pertama, Pemkot Bogor juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU kemitraan dengan PT Kharisma Tangguh Persada (KTP).

Kerja sama tersebut berkaitan dengan penataan simpang geometrik akses Jalan Parung Banteng menuju akses on ramp Tol Jagorawi dan kawasan sekitarnya.

Juniarti menjelaskan, kolaborasi dengan pihak swasta dibutuhkan karena pembangunan infrastruktur tidak dapat dilakukan pemerintah sendirian.

“Gerbang yang utama melalui aset lahan milik pengembang dan di tengah simpang jalan akan dibuat pulau jalan yang dibentuk taman. Kedua, dibangunnya simpang geometrik berupa bundaran taman untuk menata lalu lintas keluar-masuk Jalan Tol Jagorawi. Yang sekarang sudah beroperasi, demi kelancaran dan keselamatan lalu lintas,” jelas Esti.

Direktur PT KTP, Cornelius Widjaja, mengatakan penandatanganan MoU tersebut menjadi awal kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha. Untuk menghadirkan infrastruktur yang lebih baik dan terhubung.

“Penandatanganan nota kesepahaman ini menjadi simbol komitmen bersama antara pemerintah dan dunia usaha. Untuk menghadirkan infrastruktur yang lebih baik, lebih terhubung, dan lebih bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, akses yang semakin baik akan memberikan dampak terhadap mobilitas masyarakat sekaligus mempermudah warga dalam mendapatkan pelayanan publik.

Dengan pembangunan akses menuju kawasan pemerintahan terpadu. Masyarakat yang nantinya datang untuk mengurus berbagai kebutuhan administrasi diharapkan memperoleh perjalanan yang lebih nyaman, efisien, dan mudah dijangkau.

Juniarti menilai, peningkatan akses juga akan berpengaruh terhadap kualitas pelayanan publik dan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

“Di situlah kita melihat bahwa sebuah jalan bukan hanya menghubungkan satu titik ke titik lainnya. Tetapi juga menghubungkan pelayanan, kesempatan, pertumbuhan ekonomi, dan kualitas hidup masyarakat,” ungkapnya.

Ia berharap kolaborasi Pemkot Bogor dan PT KTP dapat menjadi contoh sinergi. Antara sektor publik dan swasta dalam menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat nyata.

Sebab, keberhasilan pembangunan tidak hanya dilihat dari berdirinya sebuah infrastruktur, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

“Saya percaya, dengan semangat kebersamaan, dukungan seluruh jajaran pemerintah, para pemangku kepentingan, serta partisipasi masyarakat. Pembangunan ini akan menjadi salah satu fondasi penting dalam mendorong Kota Bogor yang semakin maju, tertata, dan berkembang. Sebuah kota yang pelayanannya semakin baik, aksesnya semakin terbuka bagi kita semua,” tutupnya. (Mur)

Previous articleRibuan Peserta Hadiri Gebyar Malahayati 2026, Semangat Kepedulian Jadi Pesan Utama
Next articlePemkab Bogor Perkuat Penanganan Kemiskinan Berbasis Data hingga Tingkat Keluarga