KitaBogor – Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan pentingnya memperluas akses skrining sebagai langkah utama dalam meningkatkan deteksi dini kanker di Indonesia. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi keynote speaker dalam Bogor Oncology Summit SWICC (BOSS) 2026, yang digelar bertepatan dengan peringatan satu tahun Suherman Widyatomo Integrated Cancer Center (SWICC).
Forum ilmiah onkologi nasional tersebut menjadi wadah kolaborasi berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat layanan kanker terpadu, khususnya di wilayah Bogor Raya dan sekitarnya.
Menurut Budi Gunadi Sadikin, penguatan upaya promotif dan preventif menjadi kunci untuk menekan angka kematian akibat kanker yang hingga kini masih tergolong tinggi di Indonesia.
“Upaya promotif dan preventif harus diperkuat, termasuk memperluas akses skrining agar kanker dapat terdeteksi lebih awal,” ujar Budi Gunadi Sadikin.
Hadirkan Layanan One Stop Cancer Care
Presiden Director Sentra Medika Hospital Group, Dr. drg. Eddy Suharso, S.H., M.Kes, mengatakan kehadiran SWICC merupakan langkah strategis. Untuk memenuhi kebutuhan layanan kanker terpadu bagi masyarakat di wilayah penyangga Jakarta.
SWICC mengusung konsep One Stop Cancer Care, sehingga pasien dapat memperoleh layanan mulai dari edukasi, deteksi dini, diagnosis, hingga terapi dalam satu sistem yang terintegrasi.
Angka Kanker Masih Tinggi
Berdasarkan data Global Cancer Observatory (GCO) 2024, jumlah penderita kanker di Indonesia telah mencapai lebih dari 1,13 juta kasus, dengan sekitar 474 ribu kasus baru dan lebih dari 283 ribu kematian.
Data tersebut menunjukkan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan serta deteksi dini agar kanker dapat ditemukan sebelum memasuki stadium lanjut.
Bahas Inovasi Penanganan Kanker
BOSS 2026 menghadirkan lebih dari 30 dokter spesialis onkologi dari berbagai daerah di Indonesia.
Sejumlah pakar yang menjadi pembicara di antaranya Dr. dr. M. Yadi Permana, Sp.B(K)Onk, Dr. dr. Andhika Rachman, Sp.PD-KHOM, FINASIM, Dr. dr. Angela Giselvania, Sp.Onk.Rad(K), dr. Venita Eng, Prof. dr. Linda W. A. Rotty, Sp.PD-KHOM, hingga dr. Trinugroho Heri Fadjari, Sp.PD-KHOM.
Mereka membahas berbagai perkembangan terbaru dalam penanganan kanker payudara, paru, serviks, kolorektal, leukemia, serta jenis kanker lainnya.
500 Skrining Kanker Gratis
Ketua Panitia BOSS 2026, dr. Ronaningtyas Maharani, MARS, CRMP, mengatakan. Forum ilmiah ini juga bertujuan memperkuat jejaring tenaga medis agar layanan kanker di Indonesia semakin terstandarisasi.
Dalam rangka peringatan satu tahun SWICC, diselenggarakan pula program 500 skrining kanker gratis. Yang meliputi pemeriksaan kanker payudara, serviks, hati, kolorektal, dan prostat.
Selain itu, SWICC menjalankan kampanye edukasi “Stronger in Awareness, Together in Detection” melalui webinar nasional dan seminar kesehatan. Untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini kanker.
Sebagai pusat layanan kanker terpadu pertama di wilayah Bogor Raya, Ciawi, Sukabumi, dan Depok, SWICC menyediakan layanan lengkap. Mulai dari pemeriksaan diagnostik hingga terapi seperti kemoterapi, radioterapi, imunoterapi, terapi target, serta bedah onkologi dengan pendekatan multidisiplin. (Mur)


