Home Lokal Kunjungi Kampung Pancuran, Wali Kota Bogor Petik Pelajaran Pengelolaan Lingkungan Berbasis Warga

Kunjungi Kampung Pancuran, Wali Kota Bogor Petik Pelajaran Pengelolaan Lingkungan Berbasis Warga

0
4
Kunjungi Kampung Pancuran, Wali Kota Bogor Petik Pelajaran Pengelolaan Lingkungan Berbasis Warga

KitaBogor Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim bersama Wali Kota Banjar melakukan kunjungan lapangan ke Kampung Pancuran, Kota Salatiga, Jawa Tengah, untuk mempelajari keberhasilan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat yang mampu mengubah kawasan permukiman menjadi lingkungan yang bersih, asri, dan berkelanjutan.

Kampung Pancuran dikenal sebagai salah satu kawasan yang sukses menjaga kualitas lingkungan melalui partisipasi aktif masyarakat. Sungai yang tetap jernih, lingkungan yang tertata bersih, serta budaya gotong royong yang masih terpelihara menjadi bukti keberhasilan kolaborasi antara pemerintah dan warga dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Dedie Rachim berdialog langsung dengan tokoh masyarakat Kampung Pancuran, Suratno, yang selama ini menjadi salah satu penggerak utama dalam menjaga kebersihan sungai sekaligus membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

Dari hasil diskusi, Dedie Rachim mengetahui bahwa perubahan Kampung Pancuran tidak terjadi dalam waktu singkat. Kawasan tersebut dibangun melalui proses panjang selama kurang lebih 20 tahun, dengan mengedepankan konsistensi, edukasi, perubahan perilaku masyarakat, serta keterlibatan warga secara berkelanjutan.

Menurut Dedie Rachim, pengalaman Kampung Pancuran menjadi contoh nyata bahwa keberhasilan menjaga lingkungan tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada tumbuhnya budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat.

“Ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga. Membangun budaya peduli lingkungan memang membutuhkan waktu, tidak bisa instan. Dibutuhkan konsistensi, edukasi, dan keterlibatan seluruh masyarakat,” ujar Dedie Rachim, Jumat (24/7/2026).

Ia menilai keberhasilan masyarakat Kampung Pancuran menunjukkan bahwa sungai yang bersih dan lingkungan yang sehat dapat diwujudkan. Apabila masyarakat memiliki rasa memiliki serta tanggung jawab bersama terhadap lingkungan di sekitarnya.

“Yang paling penting adalah bagaimana membangun kesadaran bahwa lingkungan ini milik kita bersama. Ketika masyarakat bergerak bersama, menjaga sungai, menjaga kebersihan, maka perubahan besar bisa terjadi,” katanya.

Dedie Rachim menambahkan, berbagai pengalaman yang diperoleh dari Kampung Pancuran akan menjadi referensi bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Dalam memperkuat berbagai program pelestarian lingkungan. Upaya tersebut meliputi peningkatan kebersihan sungai, perbaikan kualitas ruang hidup masyarakat, hingga penguatan budaya gotong royong di tingkat wilayah.

“Semoga pengalaman Kampung Pancuran ini dapat menjadi inspirasi bagi Kota Bogor. Untuk terus memperkuat gerakan menjaga kebersihan sungai dan lingkungan secara berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan kota yang nyaman, sehat, dan berwawasan lingkungan,” pungkasnya. (Mur)

Previous articleBikin Baper! Samo Rafael dan Shanna Shannon Tampil Romantis di Klip Terbaru Film “Dan Bandung”
Next articleMeriah! Puncak Hari Anak Nasional Kota Bogor 2026 Tampilkan Seni, Budaya hingga Aksi Anak Disabilitas