KitaBogor – Di bawah kepemimpinan Bupati Bogor Rudy Susmanto, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus memperkuat peran koperasi sebagai salah satu pilar utama ekonomi kerakyatan.
Momentum Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tingkat Kabupaten Bogor dimanfaatkan untuk mendorong penguatan tata kelola koperasi, meningkatkan pembinaan, serta memperluas kolaborasi dengan pelaku UMKM agar mampu menjadi penggerak ekonomi daerah yang semakin berdaya saing.
Wakil Bupati Bogor Jaro Ade mengatakan, rangkaian peringatan Hari Koperasi di Kabupaten Bogor merupakan bagian dari agenda nasional yang sebelumnya telah diperingati bersama Presiden RI Prabowo Subianto.
“Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Koperasi dan UKM menggelar berbagai kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi koperasi dan masyarakat,” ujar Jaro Ade.
Koperasi dan UMKM Tidak Bisa Dipisahkan
Dalam peringatan tersebut, Pemkab Bogor menggelar berbagai kegiatan, mulai dari pengukuhan pengurus Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda), pameran produk UMKM, hingga pertunjukan wayang golek sebagai hiburan masyarakat.
Menurut Jaro Ade, koperasi memiliki hubungan erat dengan UMKM sehingga keduanya harus terus dikembangkan secara bersamaan.
“Momentum Hari Koperasi kami jadikan ruang kebersamaan sekaligus penggerak aktivitas ekonomi lokal,” katanya.
Tiga Fokus Penguatan Koperasi
Pemkab Bogor menetapkan tiga prioritas utama dalam memperkuat ekosistem koperasi.
Pertama, membenahi koperasi yang berada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor melalui penguatan kepengurusan. Pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT), serta pembinaan berkelanjutan.
Kedua, meningkatkan pembinaan terhadap sekitar 800 koperasi yang tersebar di Kabupaten Bogor agar semakin sehat. Profesional, dan mampu memberikan manfaat maksimal bagi anggotanya.
“Pemerintah harus hadir mendampingi koperasi yang belum melaksanakan RAT maupun yang masih membutuhkan pembinaan,” jelasnya.
Ketiga, mengawal pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang kini telah terbentuk di 416 desa dan 19 kelurahan.
Menurutnya, koperasi tersebut diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat hingga tingkat desa.
Kolaborasi Jadi Kunci
Jaro Ade juga menegaskan bahwa Koperasi Merah Putih harus mampu membangun sinergi dengan berbagai program pemerintah. Termasuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Prinsipnya koperasi harus berkolaborasi. Persaingan tentu ada, tetapi yang terpenting adalah persaingan yang sehat sehingga mampu mendorong kemajuan Kabupaten Bogor. Sekaligus memberikan kontribusi bagi bangsa Indonesia,” pungkasnya. (Mur)


