KitaBogor – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menegaskan bahwa pengelolaan sampah melalui skema Waste to Energy (WtE) membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia industri, hingga seluruh pemangku kepentingan.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam Waste to Energy Talks 2026 yang diselenggarakan Metro TV, Kamis (16/7/2026).
Menurut Dedie, persoalan sampah tidak lagi bisa dipandang sebagai tanggung jawab pemerintah daerah semata. Dibutuhkan pembagian peran yang jelas agar pengelolaan sampah berbasis teknologi dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Saat membahas revisi Perpres, kami menyampaikan bahwa harus ada tanggung jawab dari industri. Harus ada tanggung jawab dari pemerintah pusat sehingga beban pengelolaan sampah tidak hanya berada di pemerintah daerah,” ujar Dedie Rachim.
Ekonomi Sirkular Jadi Kunci Pengelolaan Sampah
Dedie menjelaskan bahwa penerapan konsep ekonomi sirkular menjadi salah satu strategi penting dalam menyelesaikan persoalan sampah di Indonesia.
Melalui sistem tersebut, sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dapat dipilah dan dimanfaatkan kembali sejak dari sumbernya sehingga volume sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir dapat berkurang secara signifikan.
“Kalau ekonomi sirkular berjalan dengan baik, maka sampah yang masih memiliki nilai ekonomis bisa selesai sejak di hulu. Plastik jenis PE misalnya, sebenarnya memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi,” katanya.
TPS3R dan Bank Sampah Perlu Terus Diperkuat
Selain mendorong pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), Dedie juga menilai penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat harus terus dilakukan.
Menurutnya, keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) serta bank sampah menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
“Program TPS3R dan bank sampah harus terus dibina dan diperkuat agar pengelolaan sampah dari hulu semakin optimal,” ujarnya.
Bogor Siap Jalankan Dua Proyek PSEL
Dedie memastikan Pemerintah Kota Bogor siap mendukung percepatan pembangunan PSEL sebagai solusi jangka panjang dalam mengurangi timbunan sampah sekaligus menghasilkan energi listrik.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa persoalan sampah tidak mengenal batas administrasi sehingga penyelesaiannya harus dilakukan melalui kerja sama lintas daerah.
“Kota Bogor siap, tetapi kami tidak bisa berjalan sendiri. Kota Bogor harus berkolaborasi dengan Kota Depok maupun Kabupaten Bogor karena persoalan sampah merupakan persoalan lintas wilayah,” ungkapnya.
Saat ini, kawasan Bogor Raya telah memiliki dua rencana pembangunan PSEL yang dinilai siap direalisasikan.
Dedie mengatakan proyek tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, kementerian terkait, PLN, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Alhamdulillah Bogor memiliki dua PSEL dan keduanya sudah siap untuk dijalankan. Dukungan dari pemerintah pusat, kementerian, PLN, dan seluruh stakeholder menjadi modal penting agar program ini dapat segera terealisasi,” pungkas Dedie. (Mur)


