Home Lokal Bupati Bogor Genjot Normalisasi Irigasi untuk Jaga Pertanian dan Perikanan

Bupati Bogor Genjot Normalisasi Irigasi untuk Jaga Pertanian dan Perikanan

0
8
Bupati Bogor Genjot Normalisasi Irigasi untuk Jaga Pertanian dan Perikanan

KitaBogor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus mempercepat program normalisasi saluran air dan penataan kawasan di berbagai wilayah sebagai langkah strategis menghadapi musim kemarau. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan air bagi sektor pertanian, perikanan, serta mengurangi potensi bencana akibat terganggunya fungsi saluran air.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengatakan normalisasi saluran air berskala besar saat ini berlangsung di sejumlah kecamatan, di antaranya Ciseeng, Kemang, Parung, Gunung Sindur, Cariu, hingga Tanjungsari. Bersamaan dengan itu, pemerintah daerah juga melakukan penataan saluran irigasi dan kawasan sekitar agar infrastruktur pengairan dapat berfungsi secara optimal.

“Bogor merupakan kabupaten yang sangat luas dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia. Karena itu kami terus melakukan normalisasi saluran air dan penataan wilayah sebagai bagian dari upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Rudy Susmanto.

Menurutnya, normalisasi irigasi di Kecamatan Cariu dan Tanjungsari menjadi prioritas karena mengairi sekitar 700 hingga 800 hektare lahan pertanian. Sementara itu, kawasan Ciseeng, Kemang, Parung, dan Rancabungur yang dikenal sebagai kawasan Minapolitan. Dengan sekitar 200 hektare kolam perikanan juga menjadi perhatian agar pasokan air tetap terjaga selama musim kemarau.

Selain normalisasi, Pemkab Bogor juga menyiapkan pipanisasi dari sejumlah mata air serta pembangunan sumur di beberapa titik. Untuk mengantisipasi kekeringan yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.

Rudy menambahkan, penataan kawasan tidak hanya berfokus pada normalisasi saluran air. Tetapi juga mencakup penertiban bangunan yang berdiri di atas bantaran sungai. Langkah tersebut dilakukan agar fungsi drainase dan irigasi kembali optimal. Sehingga mampu mendukung ketahanan pangan, menjaga produktivitas sektor perikanan, serta meminimalkan risiko banjir maupun kekeringan di Kabupaten Bogor. (Mur)

Previous articlePemkot Bogor Perkuat Komitmen Hijau, Dedie Rachim Ikut Tanam Pohon di Medan
Next articleThe Bountie Hotel Sukabumi Siap Jadi Destinasi Menginap Baru Bersama Omega Hotel Management