KitaBogor – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bogor sekaligus Founder Seribu Kata Positif (Serbukatif), Yantie Rachim, kembali mengajak para pelajar untuk membudayakan penggunaan kata-kata positif dalam kehidupan sehari-hari. Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri Roadshow Seribu Kata Positif (Serbukatif) di SDN Cipaku Perumda, Jalan Komplek Perumda, Kota Bogor, Kamis (18/6/2026) yang lalu.
Dalam kesempatan tersebut, Yantie Rachim menegaskan bahwa program Serbukatif masih terus berjalan. Dan mendapatkan dukungan serta respons yang baik dari berbagai sekolah di Kota Bogor. Meskipun kegiatan roadshow tidak lagi dilakukan sesering saat awal peluncuran program. Implementasi nilai-nilai positif yang menjadi inti gerakan Serbukatif tetap dilaksanakan secara berkelanjutan oleh tim pendamping.
Menurut Yantie, keberhasilan program Serbukatif tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang diselenggarakan. Tetapi juga dari perubahan perilaku dan karakter anak-anak dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengaku senang melihat para siswa masih menunjukkan antusiasme tinggi serta mampu menerapkan kebiasaan berkata baik kepada teman, guru, maupun lingkungan sekitar.
“Alhamdulillah program ini masih berjalan sesuai harapan. Anak-anak tetap antusias dan mampu menerapkan kebiasaan berkata positif di lingkungan mereka,” ujarnya.
Yantie menjelaskan bahwa tujuan utama Serbukatif adalah membangun karakter generasi muda melalui pembiasaan penggunaan kata-kata yang baik, santun, dan membangun. Kebiasaan sederhana tersebut diyakini dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih nyaman, aman, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Ia juga menekankan pentingnya peran seluruh warga sekolah dalam menciptakan budaya komunikasi yang positif. Dengan membiasakan penggunaan kata-kata yang baik, potensi terjadinya perundungan atau bullying dapat diminimalkan sehingga tercipta suasana belajar yang lebih harmonis.
Melalui program Serbukatif, Yantie berharap para siswa dapat terus menjaga kebiasaan berkata positif dalam setiap interaksi. Dengan demikian, sekolah dapat menjadi ruang yang ramah anak, menyenangkan, dan mampu mendukung pembentukan karakter generasi muda yang berakhlak baik dan penuh empati. (Mur)


