KitaBogor – Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Merdeka Bogor berhasil mencuri perhatian dalam gelaran Babakti Tugu Kujang yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544. Kegiatan bertema “Babakti Ka Lemah Cai, Rumawat Budaya Bangsa” tersebut berlangsung di kawasan Tugu Kujang, Kota Bogor, Minggu (7/6/2026).
Acara diawali dengan Kirab Pusaka Kujang yang dilepas langsung oleh Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim dari rumah dinas wali kota menuju Tugu Kujang. Sekitar 200 peserta dari berbagai komunitas budaya turut ambil bagian dalam kirab yang menjadi simbol penghormatan terhadap warisan leluhur Sunda.
Setelah prosesi budaya dan ritual penghormatan terhadap alam serta leluhur, berbagai komunitas seni menampilkan pertunjukan terbaiknya. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah penampilan KPJ Merdeka Bogor yang membawakan lagu-lagu bertema sejarah dan lingkungan.
Dipimpin vokalis Tohir Kulikulo, KPJ membuka penampilannya dengan lagu legendaris “Pakuan Padjajaran”, karya almarhum Hany Merdeka. Lagu tersebut mengisahkan perjalanan panjang sejarah Bogor, mulai dari masa Kerajaan Pakuan Pajajaran hingga perkembangan kota di era modern.
Penampilan kemudian dilanjutkan dengan lagu “Ciliwung”, karya cipta Tohir Kulikulo. Lagu bernuansa Sunda tersebut mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian Sungai Ciliwung yang kini menghadapi berbagai ancaman pencemaran dan kerusakan lingkungan.
Menurut Tohir, menjaga situs budaya dan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Ia mengingatkan bahwa warisan sejarah dan alam harus dirawat agar tetap menjadi identitas sekaligus kebanggaan masyarakat Bogor.
“Situs budaya yang tidak dirawat dan lingkungan yang tidak dijaga dapat menimbulkan berbagai persoalan di masa depan. Karena itu, mari bersama-sama merawat warisan leluhur dan menjaga alam agar Bogor tetap menjadi kota yang asri dan bersejarah,” ujarnya.
Penampilan KPJ Merdeka Bogor semakin istimewa dengan hadirnya Ketua KPJ Bekasi, Remon, yang membawakan musikalisasi puisi bertema pusaka Nusantara. Kehadiran para seniman jalanan ini memperkuat pesan bahwa pelestarian budaya dan lingkungan harus terus diwariskan kepada generasi mendatang. (Ckr03)


