KitaBogor – Semangat pelestarian budaya mewarnai rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun 2026. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, secara resmi melepas Kirab Pusaka Kujang dalam kegiatan Babakti Tugu Kujang yang berlangsung pada Minggu (7/6/2026).
Kirab dimulai dari Rumah Dinas Wali Kota Bogor di Jalan Pajajaran menuju Tugu Kujang, ikon kebanggaan Kota Bogor. Lebih dari 100 peserta turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut dengan mengarak sekitar 140 pusaka kujang karya maestro kujang, Ki Wahyu Affandi.
Dedie Rachim mengatakan, Kirab Pusaka Kujang merupakan bagian penting dari upaya melestarikan budaya. Sekaligus memperkuat posisi Tugu Kujang sebagai simbol identitas Kota Bogor.
“Kirab Pusaka Kujang yang merupakan bagian dari Babakti Tugu Kujang. Menjadi salah satu proses budaya yang ke depan diharapkan dapat dijadikan tradisi. Sehingga menjadi nilai luhur budaya Bogor,” ujar Dedie Rachim.
Ketua Panitia Babakti Tugu Kujang, Ki Cecep Torik, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap warisan budaya Sunda sekaligus upaya menjaga keberadaan Tugu Kujang sebagai ikon daerah.
Menurutnya, meskipun pembersihan fisik tugu tidak selalu dilakukan setiap tahun, semangat untuk merawat dan melestarikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus terus dijaga.
“Kujang itu ikon Bogor, khususnya, dan ikon urang Sunda. Jadi siapa pun yang hidup dan berkegiatan di Tanah Sunda memiliki kewajiban untuk ikut menjaga Tugu Kujang,” kata Ki Cecep Torik.
Ia menambahkan, Babakti Tugu Kujang tahun ini memiliki keistimewaan tersendiri karena menghadirkan kirab pusaka kujang dalam jumlah besar. Sebanyak 140 pusaka karya Ki Wahyu Affandi diarak sebagai simbol penghormatan terhadap sejarah dan budaya Sunda.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk memahami bahwa pelestarian kujang bukanlah bentuk pemujaan terhadap benda. Melainkan upaya menjaga warisan budaya yang sarat nilai sejarah, filosofi, dan identitas daerah.
Kirab Pusaka Kujang diharapkan menjadi tradisi tahunan yang mampu memperkuat rasa bangga masyarakat terhadap budaya Bogor. Sekaligus menjaga nilai-nilai luhur warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. (Mur)


