Gebyar PKBM Bogor Jadi Harapan Baru bagi Warga yang Ingin Kembali Sekolah

0
12
Gebyar PKBM Bogor Jadi Harapan Baru bagi Warga yang Ingin Kembali Sekolah

KitaBogor Kabar baik bagi masyarakat yang menempuh pendidikan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menegaskan bahwa lulusan PKBM memiliki status yang sama dan sederajat dengan lulusan sekolah formal.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Gebyar PKBM yang digelar di Kecamatan Bogor Selatan dan Kecamatan Bogor Tengah, Kamis (4/6/2026).

Menurut Jenal Mutaqin, keberadaan PKBM menjadi salah satu solusi penting untuk membantu warga yang sempat terhenti pendidikannya agar dapat kembali belajar dan meraih masa depan yang lebih baik.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bogor terus mendorong program Bogor Cerdas sebagai upaya nyata menekan angka putus sekolah sekaligus memperluas akses pendidikan bagi seluruh masyarakat.

“Bogor Cerdas bukan hanya sebuah narasi atau slogan. Yang terpenting adalah implementasinya sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Jenal Mutaqin.

Dalam kesempatan tersebut, Jenal juga mengingatkan masyarakat agar tidak memandang sebelah mata pendidikan nonformal. Lulusan PKBM memiliki hak dan kedudukan yang sama dengan lulusan pendidikan formal sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia melihat banyak anak yang sempat putus sekolah sebenarnya masih memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan pendidikan. Namun, mereka membutuhkan dorongan dari lingkungan sekitar agar berani kembali belajar.

“Pada dasarnya mereka masih memiliki semangat untuk melanjutkan sekolah. Yang dibutuhkan adalah trigger, dukungan, dan peran orang tua untuk terus menguatkan,” katanya.

Melalui Gebyar PKBM yang digelar bertepatan dengan semangat Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544, Pemkot Bogor berharap semakin banyak warga yang memanfaatkan jalur pendidikan nonformal untuk meningkatkan kualitas hidup serta membuka peluang masa depan yang lebih baik.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemkot Bogor dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, merata, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. (Mur)

Previous articleCetak Sejarah, Zeelandia Indonesia Kantongi Sertifikasi RSPO SCC untuk Rantai Pasok Berkelanjutan
Next articleGolok Road to UNESCO Digelar di Bogor, Denny Mulyadi: Warisan Budaya Harus Dijaga Bersama