Pemkab Bogor Optimistis Proyek Strategis Segera Direalisasikan Setelah Proses Penlok Rampung

0
7
Pemkab Bogor Optimistis Proyek Strategis Segera Direalisasikan Setelah Proses Penlok Rampung

KitaBogor Pemerintah Kabupaten Bogor terus mempercepat penyelesaian sejumlah proyek strategis yang menjadi prioritas pembangunan daerah. Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, menegaskan bahwa berbagai tahapan administrasi dan penetapan lokasi (penlok) saat ini terus dikebut agar proyek-proyek tersebut dapat segera memasuki tahap pelaksanaan.

Menurut Jaro Ade, terdapat empat proyek strategis yang saat ini menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Bogor, yakni pembangunan Jalan Lingkar Leuwiliang hingga Rancabungur, pengembangan wilayah Bogor Timur, pengembangan wilayah Bogor Barat, serta pembangunan Jalan Tambang.

“Untuk Jalan Lingkar Leuwiliang sampai Rancabungur, penetapan lokasinya sudah selesai. Sementara untuk wilayah pengembangan Bogor Timur, Bogor Barat, dan Jalan Tambang saat ini masih dalam proses penyelesaian penetapan lokasi,” ujar Jaro Ade.

Ia menjelaskan bahwa proses penetapan lokasi memerlukan sejumlah tahapan yang harus dipenuhi secara administrasi sebelum mendapatkan persetujuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Tahapan tersebut meliputi pendataan lahan, verifikasi status kepemilikan tanah, hingga penyusunan dokumen teknis yang menjadi syarat pengajuan.

Menurutnya, setiap usulan yang diajukan Pemerintah Kabupaten Bogor kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus didukung data yang akurat dan lengkap guna menghindari kendala hukum maupun administrasi di kemudian hari.

“Data tanah, status kepemilikan, hingga dokumen pendukung lainnya harus diverifikasi secara detail. Setelah seluruh persyaratan lengkap dan rekomendasi teknis keluar, dokumen tersebut kembali diajukan ke provinsi untuk diproses lebih lanjut,” jelasnya.

Jaro Ade mengungkapkan bahwa Bupati Bogor, Rudy Susmanto, telah menginstruksikan seluruh perangkat daerah terkait. Untuk mempercepat penyelesaian seluruh persyaratan yang masih dibutuhkan. Langkah tersebut dilakukan agar proyek strategis dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Selain proyek infrastruktur, Jaro Ade juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas wilayah dalam mendukung pembangunan kawasan perbatasan. Menurutnya, pembangunan yang melibatkan lebih dari satu daerah dapat memanfaatkan berbagai sumber pembiayaan. Baik melalui dukungan pemerintah provinsi maupun program Corporate Social Responsibility (CSR).

Salah satu peluang yang dinilai dapat dimanfaatkan adalah dukungan CSR dari Bank BJB. Mengingat cakupan wilayah operasionalnya berada di Jawa Barat dan Banten.

“Kalau pembangunan lintas wilayah, sumber pembiayaannya bisa melalui CSR atau dukungan pemerintah provinsi. Salah satu yang memungkinkan adalah memanfaatkan CSR Bank BJB karena cakupannya ada di Jawa Barat dan Banten,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa komunikasi dan koordinasi antar kepala daerah di kawasan perbatasan selama ini berjalan dengan baik. Berbagai kesepahaman terkait pembangunan wilayah perbatasan bahkan telah dibahas dalam forum koordinasi kepala daerah di Jawa Barat.

Dengan percepatan administrasi yang terus dilakukan serta dukungan berbagai pihak, Pemerintah Kabupaten Bogor optimistis seluruh proyek strategis tersebut dapat segera direalisasikan. Kehadiran proyek-proyek tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah, mempercepat pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan di Kabupaten Bogor. (Momo)

Previous articleKades Malasari: HJB ke-544 Jadi Peluang Besar untuk Kemajuan Desa Bersejarah
Next articleDigitalisasi Ekonomi Lokal, Katalog UMKM Cijeruk Resmi Diluncurkan di KaBogorFest 2026